Aduuhhh!!! H-1 Tiga Lokasi Pilkada Sangat Rawan Konflik

Jakarta (wartaonline.co.id) 8/12 – Pilkada Serentak Tanggal 9 Desember 2015 memunculkan polemik yang sangat memungkinkan konflik di lapangan, yaitu di Manado, Palangkaraya dan Kota Bitung.
Hal ini disebabkan karena menjelang pelaksanaan pilkada serentak (H-1) terjadi putusan pengadilan yang mengubah keseluruhan rencana pilkada. Di kota Manado, putusan sela PT TUN Makasar yang memerintahkan KPU menunda pelaksanaan pilkada dan mengembalikan Jimmy Rimba dan Boby Daud sebagai peserta pilkada memicu batalnya pilkada besok. Padahal surat suara sudah sampai di TPS-TPS diseluruh kota Manado. Tentunya akan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hal serupa terjadi pula di Kalimantan Tengah. Peserta Pilkada Propinsi Kalimantan Tengah, Ujang Iskandar dan Janawi dikabulkan seluruh permohonannya oleh PTUN sehingga mengakibatkan potensi batalnya Pilkada Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan Pasangan Nomor urut 3 ini yang telah dibatalkan oleh KPU sehingga surat suara yang sudah didistribusikan ke seluruh TPS terancam ditarik kembali akibat putusan PTUN tersebut.
Sementara itu di Kota Bitung, Ketua KPU Kota Bitung Josep S. Rumanby, membatalkan pasangan calon nomor urut 7 Ridwan Lahiya – Maximillian H.W. Purukan karena alasan terlambat serahkan laporan dana kampanye. Hal ini akan memicu timbulnya kemarahan pendukung pasangan ini.
Kita lihat saja bagaimana KPU dan Aparat Keamanan mengatasi masalah di tiga lokasi tersebut yang sudah dikategorikan sangat rawan oleh KPU dan POLRI hari ini. (THP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »