R-APBD Kab Pasuruan 2016 defisit 222,9 miliar

BANGIL wartaonline.co.id (2/11)-Raperda APBD 2016 di paripurnakan kemarin (30/10). Dalam rapat paripurna pertama yang mengagendakan nota pengantar  keuangan tersebut, APBD 2016 mengalami defisit anggaran hingga Rp 222,9 miliar.

H. Riang  Kulup Prayuda, wakil Bupati Pasuruan, menyampaikannya dalam nota pengantarnya di hadapan puluhan anggota DPRD kab Pasuruan di Raci kemarin.
Total pendapatan daerah mencapai 2,24 Triliun bersumber dari berbagai pendapatan.
Seperti PAD yang diproyeksi mencapai Rp  238 miliar, retribusi daerah senilai Rp 45 miliar dan sejumlah pendapatan lainnya. Sementara, untuk belanja daerah, di proyeksikan mencapai Rp 2.463 miliar. Dimana, belanja tersebut terbagi untuk belanja tidak  langsung yang bisa mencapai Rp 1,5 triliun dan tidak langsung yang diproyeksikan menembus Rp 948 miliar.

“Ada defisit anggaran sebesar Rp 222 miliar antara pendapatan dengan belanja daerah,” ungkap H. Gagah saat mewakili Irsyad Yusuf. Defisit tersebut, menurutnya bisa  di tutupi dengan pembiayaan atau penerimaan  daerah dari pusat maupun provinsi.

H. Gagah menjelaskan, dalam R-APBD tersebut tidak seluruhnya perangkaan dimasukkan. “Masih ada potensi-potensi yang bisa  di dapatkan daerah. Seperti DAK ataupun  DAU, yang masih menunggu pusat ataupun  provinsi.

Jadi, defisit anggaran itu, masih bisa ditutupi dari situ,” jelasnya. Bahkan,  kekuatan APBD 2016 bisa melebihi itung-itungan yang ada saat ini.  Pihaknya memperkirakan, APBD 2016 bisa menembus Rp 2,8 triliun.

“Kalau semua penerimaan pembiayaan masuk, kekuatan APBD kita, bisa mencapai Rp 2,8 triliun,” ungkap dia. Sidang paripurna perdana itu digelar sekitar pukul 14.00.

Raperda tersebut dihadiri hampir seluruh anggota dewan. Dari 50 ang gota dewan yang ada di DPRD Kabupaten Pasuruan, tercatat hanya 4 orang saja yang berhalangan hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »