Pilkades Nguling, Rebalas, Gejugjati dan Alastlogo Aman

Pasuruan (wartaonline.co.id) 28/11 – Pilkades serentak sekabupaten Pasuruan dilaksanakan hari ini. Kekhawatiran pemda akan adanya kekisruhan, ternyata tidak terbukti. Setidaknya itu terbukti di wilayah timur yaitu di kecamatan Nguling, Grati, dan Lekok.

Di kecamatan Nguling dan Grati ada 1 desa, di kecamatan Lekok ada 2 desa yang menyelenggarakan pilkades. Di desa Rebalas yang sejak awal diprediksi akan rusuh, ternyata berjalan dengan lancar. Desa rebalas dianggap rawan karena pada tahapan penentuan calon kades sempat terjadi kerusuhan, sehingga desa ini dinyatakan sebagai penyelenggara pilkades dengan potensi konflik yang tinggi. Namun,

pada hari H pelaksanaan pilkades berjalan lancar. “Alhamdullilah, pilkades rebalas berjalan lancar. Saya nggak nyangka akan selancar ini”, kata Haroji, panitia pilkades rebalas. Sementara itu hasil pilkades Rebalas mengantarkan calon incumben menjadi kades periode 2015 – 2021. Calon incumben menang tipis dengan 1487 suara berbanding 1373 suara diperoleh lawannya.

Durakhim, pemenang pilkades rebalas menyatakan kemenangan ini adalah kemenangan warga rebalas seluruhnya. “Mari kita bersatu kembali untuk membangun rebalas kedepan lebih baik lagi”, komentarnya saat selesai perhitungan suara tadi sore.

Hal yang tidak jauh berbeda terjadi di tiga desa lainnya yang berdekatan, yaitu desa gejugjati, alastlogo di kecamatan Lekok dan desa Nguling. Di gejugjati hampir seluruh warga memadati lapangan bola didepan kantor desa dan jalan menuju kantor desa. Ribuan warga dengan tertib mengikuti jalannya pilkades sejak pagi dengan aman. Pilkades gejugjati diikuti 3 peserta, 2 cakades laki-laki dan 1 wanita.

Di desa Nguling lebih meriah lagi. Pilkades yang dipusatkan di lapangan pendopo kecamatan nguling ini cukup menyedot perhatian khalayak umum. Maklum, lokasi pemungutan suara di pusat kota dan dekat dengan jalan propinsi.

Seperti diprediksi sejak semula, calon nomor 2 Edy Sutrisno unggul cukup telak dengan lawannya calon incumben yaitu Mariyanto. Hingga pukul 20:00 wib calon nomor 2 ini telah mengumpulkan 3000 lebih suara. Unggul jauh dari lawannya yang hanya memperoleh 1200 suara.

Massa pendukung pemenang sudah tidak sabar lagi menunggu perhitungan slesai. Walaupun masih banyak surat suara yang belum dihitung, massa sudah konvoi sepeda motor dan jalan kaki dari tempat pemungutan suara ke posko Edy yang berjarak kurang lebih 500 meter. Suara kembang api dan petasan menggelegar berulang-ulang setibanya di posko.

Lain pula di desa Alastlogo, penyelenggaraan pilkades cukup tenang-tenang dan lancar sejak pagi. Walaupun diikuti oleh lima calon kades, warga cukup tenang dan tentram. Tidak terlihat eforia pesta demokrasinya. Berdasarkan pantauan warta online di lokasi sekitar jan 17:00 wib, suasana perhitungan be4jalan lancar didalam pendopo desa dipenuhi subagian besar ibu-ibu dan remaja putri. Sedangkan di luar pendopo puluhan laki-laki saling bergerombol ikut tekun menghitung suara masing2 jagonya yang disiarkan dengan pengeras suara.

Asisten 1 bidang pemerintahan kabupaten pasuruan, Suharto, menyatakan cukup lega dengan kondisi pilkades hari ini. “Alhamdullillah, semuanya aman terkendali. Kekhawatiran kita tidak terbukti”, ujarnya dengan bangga.

Suharto menjelaskan, setelah pilkades selesai. BPD setempat segera menetapkan kades terpilih yang selanjutnya diajukan ke Bupati. Sekitar 2 minggu kemudian akan dilakukan pelantikan oleh Bupati Pasuruan. (thp).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »