PETROKIMIA BENTUK KAMPUNG ORGANIK

Gresik (wartaonline.co.id) 5/11

PT Petrokimia Gresik terus berupaya untuk mengembangkan produksi pupuk petroganik dengan membangun kemitraan di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan setelah suksesnya panen raya padi program kampung petroganik, PT Petrokimia Gresik di Desa Kepuhkajang, Kabupaten Jombang.

Kampung petroganik merupakan program edukasi, sosialisasi, serta promosi yang diinisiasi oleh mitra produksi petroganik. Dalam program tersebut PT.Petrokimia Gresik bekerjasama dengan distributor untuk petani yang berada di daerahnya. Program ini bertujuan untuk membina para petani padi, mulai dari pemilihan benih unggul, pola pemupukan, pengolahan lahan, hingga panen. Program ini sendiri telah dimulai pada tahun 2014.

Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman mengatakan, perusahaannya akan terus mendorong kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh mitra produksi petroganik. “Program ini sejalan dengan keinginan Kementerian Pertanian yang akan memaksimalkan penggunaan pupuk organik sebagai komposisi utama dalam mengembalikan tingkat kesuburan tanah,”  (4/11/2015).

Ditambahkannya, pihaknya berharap mitra produksi petroganik bisa terus berkembang. Tidak hanya di Jombang dan Kediri namun juga di daerah lainnya.

Sementara itu mitra produksi petroganik PT.Petrokimia Gresik di Jombang yang menjadi pembina dalam program ini yakni, CV Daun Thakker Indonesia, CV Cahaya Baru, UD Phalosari Unggul Jaya, PT. Mitra Prasetya Gemilang dan UD Bima Sakti. Sedangkan distributor yang terlibat adalah UD Mujiarto, CV Kembar Jaya, dan Koperasi Mitra Tani.

Estimasi panen pada lahan seluas 54 ha milik kelompok tani Bekel Kepuhsari ini berkisar 10,5 juta ton per hektar gabah kering panen (GKP). Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata panen di Kecamatan Perak yang mencapai 6,5 juta ton per hektar. Pola pemupukan yang digunakan adalah pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kilogram petroganik, 300 kg NPK Phonska, dan 200 kilogram Urea. Tanaman menggunakan varietas ciherang, pola tanam padi-padi-palawija, dan umur panen 95 hari.

“Kami sangat merekomendasikan kepada petani untuk menggunakan pola pemupukan berimbang 5:3:2. Sebab, berdasarkan berbagai demplot yang pernah kami lakukan, formulasi ini terbukti mampu meningkatkan produktifitas padi,” jelas, Hidayat Nyakman.

Berdasarkan penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003), sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung C-organik dibawah 2 persen. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung C-organik 5 persen. Menindaklanjuti ini, PG membuat produk pupuk organik Petroganik pada tahun 2005.

Pupuk tersebut mengandung C-organik 12,5 persen dan standar mutunya mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 02 tahun 2006 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Tanah  Dengan demikian, pupuk organik Petroganik memiliki kualitas yang mutunya telah terjamin.

Sementara saat ini, PT.Petrokimia Gresik memiliki 139 mitra produksi Petroganik yang tersebar di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB dan Bali.(ren/SOB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »