Dimintai Biaya Otopsi 25jt oleh Polisi, Keluarga Korban Lurug Mapolres

Probolinggo (wartaonline.co.id) 23/11 – Janggalnya kematian seorang suami di rumah istri apalagi korban langsung dimakamkan, membuat keluarga korban menduga ada unsur penganiayaan. Apalagi saat keluarga melapor ditolak oleh Polsek setempat dan dimintai biaya otopsi hingga 25 juta. Merasa tidak ditanggapi keluarga korban akhirnya melurug Mapolres Probolinggo kota untuk mencari keadilan. Keluarga tetap meminta makam korban dibongkar dan dilakukan otopsi.

Belasan warga Desa Nguling, Kecamatan Nguling,Pasuruan, mencari keadilan dengan melurug mapolres probolinggo kota, terkait kematian sualimin, 40 tahun, yang penuh kejanggalan, di rumah istrinya yakni di desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Keluarga korban menduga kuat, Sualimin, tewas karena dianiaya oleh keluarga istrinya, pasalnya sempat ada kabar korban bertengkar dengan istri dan keluarga pihak istri.
Keluarga korban sempat melapor ke Mapolsek Tongas, namun laporan tersebut terkesa tak diindahkan oleh Polisi, bahkan saat keluarga minta makamnya dibongkar, polisi masih meminta uang senilai 25 juta untuk biaya otopsi.

Didepan Mapolres Probolinggo kota, belasan warga ini meminta keadilan agar polisi bisa mengusut kejanggalan kematian korban.

Menurut keluarga korban, korban menikah dengan sulik warga desa Tongas Kulon, dan sudah dikaruniai 1 orang anak. Saat korban meninggal, korban langsung dimakamkan tanpa menunggu keluarga suami.

Apalagi menurut anak korban, sebelum meninggal korban dihajar oleh istrinya dan 1 orang lagi yang merupakan saudara istrinya. Hingga mengalami luka lebam dan sempat mendapat penanganan medis.

Pihak Kepolisian langsung menepis atas tuduhan warga terkait biaya otopsi mencapai 25 juta rupiah.Keluarga korban mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika polisi tidak segera menyelidiki kasus tersebut.

 

 

pojokpitu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »