Diduga korupsi 600 juta, dua PNS Kejari Pasuruan disidang

Surabaya (wartaonline.co.id) 27/11 – Bekerja di instansi milik pemerintah kejaksaan ternyata tak membuat dua orang staff PNS di Kejari Pasuruan, tak melakukan tindak pidana. Bahkan keduanya yaitu terdakwa Slamet Riadi, mantan bendahara pengeluaran Kejari Pasuruan serta Havedz Nasrul Hidayat, PNS pada staff TU Pidsus Kejari Pasuruan yang bekerja sebagai sopir. Akhirnya berakhir dikursi pesakitan pengadilan tipikor untuk mendengarkan surat pembacaan dakwaan dari JPU.

Keduanya diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dengan menilap uang barang bukti milik terdakwa kasus korupsi hingga Rp 600 juta yang disimpan dibrangkas Kejari Pasuruan, milik terdakwa kasus korupsi Mochammad Ridwan Amin.

Oleh JPU kedua terdakwa yang selama jalannya persidangan hanya bisa menunduk malu atas perbuatannya ini dijerat pasal berlapis yaitu pasal 2 pasal 3 serta pasal 8 undang-undang tindak pidana korupsi.

Kejadian sendiri sesuai dengan surat dakwaan jaksa, kedua terdakwa melakukan tindak pidana mengambil uang barang bukti milik terdakwa korupsi yang disimpan dibrangkas.

Rencananya kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya tak mengajukan eksepsi atau keberatan maka persidangan akan dilanjutkan minggu depan. Dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui perbuatan pidana yang dilakukan dua oknum PNS Kejari Pasuruan ini.

 

surabayanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »