Bekas Galian pasir awar-awar Lumajang di tanami Mangrove

Lumajang (wartaonline.co.id) 13/11

Bekas lokasi penambangan ilegal di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, ditanami ribuan bibit pohon bakau oleh warga setempat bersama-sama dengan para komunitas peduli lingkungan. Rencananya, di area seluas 2 hektar ini akan dijadikan ekowisata hutan bakau atau mangrove.

Aktivis Lingkungan, A’ak Abdullah mengatakan, acara ini merupakan inisiatif dari warga setempat. “Fungsinya juga untuk mengurangi abrasi,” jelasnya pada wartawan di sela-sela kegiatan penanaman, Jumat (6/11/2015) sore.

Untuk pendanaan acara, masyarakat membeli bibit dengan cara swadaya. Rencananya, pemerintah setempat juga bakal melakukan hal serupa.

“Pemerintah juga melakukan hal serupa entah kapan,” lanjut A’ak.

Dia menjelaskan, kurang lebih 2500 bibit bakau ini dibeli dari Pasuruan dengan harga setengah dari biasanya. “Harapannya, semangat dari masyarakat ditiru oleh warga pesisir lain,” ujar A’ak.

Mukharim, penjual bibit bakau yang juga aktivis lingkungan, memberikan petunjuk penamanan pada ratusan relawan yang hadir untuk melakukan aksi sosial ini.

Menurut dia, jika penanaman mangrove ini berhasil, nantinya bisa menjadi wisata desa yang dapat memberikan keuntungan secara materi pada desa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »