PT. Pertagas Bakal Garap Saluran Gas di sidoarjo

Surabaya (wartaonline.co.id) 20/10

PT. Perusahaan Pertamina Gas terus melakukan ekpaansi untuk mengembangkan bisnsi di dibidang saluran gas. Hal ini disamapaikan oleh  Ari Satria Asisten Manager PT Pertamina Gas , untuk meyakinkan keamanan menggunakan gas bagi konsumen, pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan Korea dalam menerapkan jaminan keamanan bagi konsumen.

“Meyakinkan keamanan gas bagi konsumen memang agak sulit. Dulu kita kenalnya energi minyak. Semua ada risikonya, kalau liquid resikonya terbakar dan kalau gas bisa meledak,” ujarnya usai seminar Gas Health, Safety, Security, Environment (HSSE) di Surabaya, Senin (19/10/2015).

Untuk meyakinkan para konsumen, program Pertamina Gas untuk mewujudkan gas kota akan bekerjasama dengan perusahaan asal Korea.

“Bulan November ini akan kerjasama dengan perusahaan Korea. Kita indentifikasi Assessment untuk pelaksanaan gas kota di Sidoarjo,” ujarnya.

Ari mengaku belum bisa menentukan realisasi kerjasama ini, sebab masih dalam kajian kerjasama. “Kita tidak mau teknologi yang diterapkan di Korea, langsung diterapkan di Indonesia. kita minta Assessment dulu. Karena dari budaya saja beda, awareness tentang bahaya gas lebih tinggi mereka daripada kita,” katanya.

Untuk menyiapkan konversi dari BBM ke Gas Kota ini, Pertamina ingin ada sinergi dari antar bidang di Kementerian. “Kita harus seimbang dari fungsi manapun. Dulu saat konversi elpiji tabung melon, Pertamina seolah bekerja sendiri karena tidak seimbang sinerginya,” katanya.

Selain proyek gas kota untuk kendaraan dan rumahan, Pertamina juga tengah menggarap proyek besar yang menghubungkan Gresik sampai Semarang.

“Sudah jelas gas itu barang yang murah. Sayang, apabila tidak pakai gas,” katanya.

Untuk program gas kota ini, Pertamina harus berbagi job dengan BUMN lain yakni PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Indonesia punya dua BUMN yaitu Pertamina dan PGN. Intinya bagaimana kita menjaga ketahanan energi di Indonesia. Terkait masalah bagi-bagi jatah porsi di publik dan di industri itu sudah diatur Kementerian,” kata Ari.

Sementara itu, menghadapi konversi ini Pertamina masih harus menyesuaikan infrastruktur yang sudah disipakan kementerian ESDM. Sebab, sebelumnya Pertamina belum ikut di ranah gas ini.

“Balik lagi ke infrastruktur. SPBG saja baru dibangun oleh ESDM. Karena di awal kita tidak ikut serta dalam planningnya, maka butuh waktu lagi untuk penyesuaian. Ada yang perlu kita usulkan untuk dibenahi,” katanya.(bid/ipg/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »