Petromikia Gresik Gelar Mou Dengan PT. Pertamina Gas

Gresik (wartaonline.co.id) 9/10

PT Petrokimia Gresik dan PT Pertamina Gas melakukan penandatanganan perjanjian dalam MoU pengangkutan Gas, untuk mensuplay kebutuhan gas ke pabrik Amoniak Urea (Amurea) II PT Petrokimia Gresik yang diproyeksikan akan beroperasi pada akhir 2017.

Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman mengatakan, sesuai peraturan SKK Migas. Titik serah gas bumi dari penjual ke pembeli adalah di wellhead (kepala sumur atau alat kontrol di permukaan sumur gas).

“Untuk mengangkutnya, PT Petrokimia Gresik bekerjasama dengan PT Pertamina gas. Dalam perjanjian ini, PT Pertamina gas menjadi pihak yang akan mengangkut gas dari Lapangan MDA- MBA yang dikelola oleh Husky CNOOC Madura Limited (HCML) menuju ke Gresik,” ujarnya.

Dalam MoU antara PT Pertaminagas dengan PT Petrokimia Gresik nantinya gas akan disalurkan melalui East Java Pipeline menuju gas station milik PT Pertaminagas yang ada di kawasan industri PT Petrokimia Gresik.

Sebelumnya, PT Petrokimia Gresik telah menandatangani perjanjuan jual beli gas dengan HCML pada April 2015. pada perjanjian itu, Petrokimia Gresik mendapat pasokan gas sebesar 85 MMscfd d dari lapangan MDA-MBH yang dikelola oleh HCML.

Besaran pasokan gas ini berdasarkan arahan Kementerian ESDM melalui SKK Migas (2013). Pasokan gas 85 MMscfd ini akan digunakan sebagai bahan baku pabrik Amoniak Urea  (Amurea) II milik PT Petrokimia Gresik.

Pabrik Amoniak Urea (Amurea) II PT Petrokimia Gresik, saat ini telah dimulai pembangunannya oleh kontraktor konsorsium Wuhuan Engineering Company (WEC) dan PT Adhi Karya (persero).

Hidayat Nyakman menambahkan “Pabrik Amurea II merupakan proyek strategis yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas produksi amoniak bahan baku pupuk Urea, ZA, dan NPK, dan Urea. Melalui pabrik ini, PT Petrokimia Gresik berharap dapat memenuhi kebutuhan amoniaknya sendiri dan memasok kebutuhan pupuk urea di Jawa Timur.

“Saat ini kebutuhan amoniak PT Petrokimia Gresik mencapai 850 ribu ton pertahun, sementara kapasitas produksi hanya 440 ribu ton pertahun. Sedangkan pupuk urea, kebutuhan Jawa Timur mencapai sekitar 1 juta ton pertahun, sementara kapasitas produksi PT Petrokimia Gresik hanya 460 ribu ton pertahun. Sehingga, kekurangannya dipenuhi dari impor. Dengan adanya pabrik Amurea II, kami berharap perusahaan dapat mengurangi ketergantungan impor,”tutupnya.(ren/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »