Peringatan Hari Pahlawan Bakal digelar di Surabaya

Jakarata (wartaonline.co.id) 10/10

Usul untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya, dari pengurus pusat Dewan Harian Nasional 45.

 

“Tadi kami menerima audiensi dari Dewan Harian Nasional 45 yang dimpimin Jend TNI (Purn) Tyasno Sudarto terkait prosedur pengusulan gelar pahlawan nasional dan pendirian monumen, ” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Salemba, Jakarta, Kamis (8/10/2015).  

 

Gelar pahlawan nasional diusulkan masyarakat kepada bupati/walikota dan gubernur melalui Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) kemudian kepada Menteri Sosial dan dilanjutkan diserahkan kepada Presiden.

 

“Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan, ” tandasnya.

 

Hingga saat ini, sudah diterbitkan 163 surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait nama-nama yang diangkat menjadi pahlawan nasional dan masyarakat masih bisa mengusulkan.

 

“Keppres pengangkatan pahlawan nasional baru 163 dan masyarakat masih bisa mengusulkan nama-nama yang dinilai tepat untuk diangkat sebagai pahlawan perintis kemerdekaan dan pahlawan nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, untuk pendirian monumen terkait kepahlawanan secara normatif tidak diatur. Akan tetapi, masyarakat bisa meminta rekomendasi dari Kemensos berupa surat untuk para pihak di daerah tersebut.

 

“Secara normatif tidak diatur untuk pendirian monumen. Kemensos sebagai kementerian yang membidangi gelar kepahlawanan bisa memberikan surat rekomendasi, ” katanya.

 

Untuk perintis kemerdekaan cukup dengan Surat Keputusan (SK) Mensos. Namun, jika bisa mendapat pengakuan lebih tinggi lebih bagus dan tentu ada konsekuensi adminitrasi yang tercatat dari negara barupa tali asih.

 

“Veteran kemerdekaan berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan sebagain besar dari mereka itu senior kecuali veteran perdamaian.  Penangann yang senior itulah Kemhan dan Kemensos bersinergi, ”  katanya.

 

Selain itu, bagi mereka yang dalam masa perjuangan mengalami cacat, seperti kehilangan kaki dan tangan. Dalam waktu tertentu diperlukan penggantian kaki dan tangan palsu.

 

“Untuk penggantian kaki dan tangan palsu atau portesi dalam periode tertentu, maka Kemensos memiliki kewenangan dan spesialiasi di bidang tersebut, ” ucapnya.

 

Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 10 November akan dilakukan di kota Surabaya, Jawa Timur. Selain ada alasan sejarah, juga sebagai upaya menguatkan dan menumbuhkan semangat kepahlawanan bagi generasi muda.

 

“Sebagai usulan acara tersebut, bisa diundang organisai kepemudaan, seperti KNPI, Karang Taruna dan sebagainya dan kita minta para ketua umum menyatakan komitmen untuk menjaga NKRI, ” tandasnya.(sob/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »