Restribusi terminal Gresik tak penuhi target

Gresik (wartaonline.co.id) 12/9

Perbaikkan Jembatan Sembayat di Jalur Pantura Deandels diantara Kecamatan Bungah dan Manyar Gresik tidak hanya berdampak pada kemacetan lalu lintas. namun juga pada target retribusi galian C ternyata juga terkena imbasnya.
“Galian C di Gresik banyak diambil dari Gresik wilayah Utara dan Selatan. Tetapi saat ini di dua wilayah itu aksesnya terganggu. karena Gresik Selatan jalannya diperbaiki, hingga kemacetan hampir terjadi di setiap ruas jalan di sana. Sementara di Gresik Utara juga ada perbaikan jembatan Sembayat, jelas ini berpengaruh ke target pencapaian retribusi parkir,” kata Agustin Halomoan Sinaga, Kabid Pendataan dan Pengembangan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gresik.
Target Rp 14 miliar untuk retribusi galian C yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik untuk tahun 2015 ini, baru tercapai Rp 6,6 miliar, atau¬† 47,14 persen. Padahal pelaksanaan tahun anggaran 2015 tinggal tiga setengah bulan lagi. “Memang seperti itu kondisinya, kan memang demi perbaikan jalan, kita juga tidak bisa berbuat banyak.”
Dulu saat Jembatan Sembayat normal, galian C diangkut menggunakan dump truk untuk masuk ke kota. Tapi setelah dipasangi portal, galian C diangkut menggunakan truk engkel, sehari bisa sampai tiga rit (pengiriman).
“Lah sekarang ada perbaikan, untuk melintas di sana harus macet berjam-jam. Bisa di hitung, berapa solar yang harus dibuang akibat macet berjam-jam. Tenaga sopir yang mestinya sehari bisa mengirim tiga rit, sekarang hanya bisa satu rit,” tegasnya.

Ditambahkannya, Selain retribusi galian C yang tahun ini sulit terpenuhi, pajak hiburan dan hotel juga terbilang seret. Dari target Rp 1,2 miliar yang ditetapkan untuk pajak hiburan di tahun 2015, hingga pertengahan bulan September ini hanya terpenuhi sekitar 60 persen.
“Kita memang tidak punya ruang untuk tempat hiburan. Selama ini hiburan yang ada, kebanyakam dari para pelajar. Sedangkan hiburan yang skala besar sudah lari ke Surabaya semua,” terangnya.
Sedangkan untuk pajak hotel, dari target Rp 1,2 miliar cuma terpenuhi sekitar 60 persen. “Setelah ada kebijakan dari pemerintah pusat, yang melarang Pemerintah Daerah menggelar kegiatan di hotel, pendapatan dari sektor ini sulit tercapai . (ren/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »