Suyoto : Inilah hilangnya Rekomendasi PAN

Surabaya (wartaonline.co.id)31/8

Suyoto Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya membeberkan kronologi Surat Rekomendasi DPP PAN yang tidak identik.

1). “Senin (10/8/2015) sore sekitar setengah empat saya ditelpon Pakde Karwo, yang mengabarkan besok sore (Selasa (11/8/2015)–Red) mau mendaftarkan pasangan calon. Pasangannya Rasiyo dan Abror. Oke kami terima,” ujarnya kepada wartawan, Senin (31/8/2015).

2). “Kebetulan, saya saat itu bersama Ketua dan Sekjen (DPP PAN–Red) di Kediri untuk Musyawarah Wilayah (Muswil). (Selasa) Jam 4 pagi, baru bisa dilaksanakan. Kita semua enggak tidur itu,” ujarnya.

3). “Setengah dua belas pak Surat saya minta ke surabaya. Saya sudah koordinasi dengan DPP agar surat rekomendasi itu disesuaikan. Karena calonnya kan berubah. Tadinya Pak Abror dengan Haries, ganti Pak Rasiyo dengan Pak Abror,” kataya.

Pada saat itu, kata Suyoto, pihaknya berpikir bagaimana supaya rekomendasi itu cepat sampai. Maka diambilah keputusan untuk men-scan dokumen asli.

“Discan dulu, lalu diemail ke saya. Lalu saya kirim ke Pak Surat lewat whatsapp,” ujarnya.

4). “Nah aslinya itu diambil hari Selasa, sekitar jam 10 (pagi) oleh utusan Pak Abror,” terang Suyoto. “Harapan kami, Selasa malam itu bisa diserahkan aslinya ke KPU Kota Surabaya,” ujarnya.

Namun, utusan Dhimam Abror yang diketahui bernama Hani Siri Seno ternyata tidak menyerahkan aslinya.

Dhimam Abror Djuraid saat itu sempat dimintai keterangan oleh wartawan, dan dia mengaku masih mencoba menghubungi utusannya tersebut.

Dhimam juga mengatakan, dirinya sudah mencoba mendatangi rumahnya, dan ternyata keluarga utusannya itu pun tidak mengetahui keberadaan Hani Siri Seno.

5). Karena rekomendasi yang asli itu hilang. “Ya, katakanlah hilang. Memang istilahnya begitu,” kata Suyoto. Maka pihak DPP PAN membuat arsip baru dengan tanda tangan basah.

“Tentu arsipnya baru, tapi itu sama-sama aslinya,” kata Suyoto. Dokumen surat rekomendasi itulah yang kemudian diserahkan ke KPU Kota Surabaya pada tanggal 19 Agustus 2015 pada masa perbaikan dokumen persyaratan pencalonan dan syarat calon.

Seperti diberitakan sebelumya, Minggu (30/8/2015) KPU Surabaya akhirnya memutuskan bahwa dokumen pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid tidak identik, dan berbeda antara scan dan rekom asli sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam bursa Pilkada Surabaya. Hasil ini diputuskan setelah dilakukan sejumlah verifikasi, oleh KPU Surabaya.

Perbedaan rekomendasi terdiri dari, nomor surat, penulisan angka nomor surat
dan nomor seri angka materai. (den/rst/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »