Pembangunan Ekonomi masih terpusat di kota

Ponorogo (wartaonline.co.id) 17/8

Saat ini pelaksanaan otonomi daerah telah melahirkan perubahan yang cukup signifikan, terutama berhubungan antarpelaku pembangunan, pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Namun dalam prakteknya otonomi daerah masih menghadapi kendala yang harus segera dicarikan jalan keluarnya atau penanganannya secara sungguh-sungguh.

Pemerintah masih belum semaksimal mungkin didalam melakukan pembangunan nya, selain itu pemberdayaan masyarakat khususnya di desa juga masih banyak menuai kekurangan disana sisni. “Padahal seharusnya arah dari pembanguan itu sendiri adalah untuk Desa. Bukan cuma di kota saja yang sering dan sudah dilakukan oleh Pemerintah kita saat ini,”ujar Ari Bilowo praktisi ekonomi Ponorogo.

Dengan pemberdayaan masyarakat desa jelas akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dari desa itu sendiri serta menumbuhkan kemandirian daripada masyarakatnya. Sehingga angka kemiskinan bisa terus untuk ditekan.

Lebih lanjut Ari Bilowo yang juga ketua HIPMI Ponorogo menambahkan, Masyarakat desa juga harus diberi ruang dengan gelontoran program-program yang riil, bukan program yang hanya diawal saja, dalam artian tidak ada tindak lanjut maupun keberlangsungan program tersebut dan membawa manfaat yang banyak bagi masyarakat yang menerima.

Misalnya ada bantuan atau program pemberian hewan ternak seperti kambing atau sapi, disini mereka yang menerima harus diberi pengarahan, pembinaan dan pelatihan sehingga nantinya hewan tersebut mampu berkembang biak dengan baik dan dapat dinikmati hasilnya, tidak lantas diberi namun pada akhirnya dijual atau mati karena tidak bisa memelihara.

Selain itu pemanfaatan potensi desa yang ada dimana ini adalah aset yang harus dikembangkan, sehingga berdampak ekonomi kepada masyarakat yang ada di desa tersebut, bukan malah sebaliknya yaitu orang lain yang mengeruk serta memanfaatkan potensi itu.

Kultur dan karakter masyarakat kita kan berbeda-beda maka perlunya pendampngan oleh pemerintah yang menyeluruh agar program pemberdayaan masyarakat ini bisa mendapatkan hasiul yang maksimal. Yaitu dengan mengarahkan, mendidik dan mengajarkan semuanya sampai mereka benar-benar bisa dan mandiri.

Selain gelontoran program, pemerintah juga wajib untuk menfasilitasi khususnya potensi apapun yang dimilki oleh desa tersebut, kita ambil contoh negara Cina, dimana produk rumahaan seperti montor bisa menjadi komoditi ekspor berkat fasilitas dari pemerintah, mungkin kita juga perlu kiranya bercermin kepada cina.(din/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »