Panwaslu Gresik di semprot Komisi A DPRD

Gresik (wartaonline.co.id) 10/8

Dalam hearing antara Komisi A dengan KPU, dan Panwaslu Gresik. Ketua Komisi A dari F-PDIP Djumanto sempat berbicara keras terhadap Ketua Panwaslu Gresik, M.Faizin. terkait permintaan tambahan anggaran dana oprasional yang tidak logis.’

“Ini rapat resmi, jadi tolong yang tegas dan jangan berubah-rubah soal masa kerja panwaslu karena ini menyangkut anggaran,” ujar Djumanto dengan tegas, saat hearing. Senin (10/8/2015).

Panwaslu Gresik menyampaikan kinerjanya sekaligus anggaran dihadapan Komisi A. Panwaslu Gresik berdalih dana Rp 1,4 miliar sesuai dengan pagu sudah habis.

“Anggaran Rp 1,4 miliar dari APBD sudah habis terserap. Ada anggaran Rp 74 juta tapi tidak bisa diserap karena terbentur aturan Permendagri no 51 tahun 2015. Karena itu, kami minta tambahan yang semula Rp 4,7 miliar lalu dikoreksi lagi menjadi Rp 4,1 miliar,” ujar M.Faizin.

Permintaan tambahan anggaran Rp 4,1 miliar membuat anggota Komisi A dari fraksi PKB Abdul Qodir, jadi bertanya-tanya.”

“Anggaran Panwaslu kok lebih mahal daripada KPU. Padahal, beban KPU dianggap lebih berat. Ini kan tidak rasional,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Khoirul Huda, anggota komisi A dari F-PPP. Menurutnya, Masak minta anggaran begitu besar.

“Yang saya tidak habis pikir kenapa anggaran KPU dengan Panwaslu kok malah lebih besar Panwaslu,” pungkasnya.(ren/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »