Waduk Pacal Bojonegoro di Tutup

Bojonegoro (wartaonline.co.id) 4/7

Waduk Pacal di wilayah kecamatan Pacal kabupaten Bojonegoro kini di tutup oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bojonegoro, alasan penutupa pintu air Waduk Pacal di Kecamatan Temayang karena debit air semakin menipis.

“Air waduk pacal tersisa sekitar 800 ribu meter kubik, itu untuk pembasahan agar bangunan tidak rusak”. kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo,Mucharom

Menurut mucharom, sebelum di tutup, air waduk pacal di keluarkan sekitar 5 meter kubik per detik, untuk mencukupi kebutahan air tanaman padi yang berada di sepanjang saluran irigasi seluas 15.084 hektare. Dan, bila msih ada petani yang mengajukan permintaan air tidak akan lagi di penuhi, karena airnya sudah habis.

“Tanaman padi pada musim kemarau ini, semua bisa memperoleh air, sehingga tidak ada yang mengalami kekeringan”. Katanya kepada wartaonline.co.id

Sementara, Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro, Dody Sigit Wijaya, mengatakan, tanaman padi yang berada di sepanjang irigasi, luasnya 15.084 sudah panen, antara lain, petani yang berada di sejumlah desa wilayah Kecamatan Sumberrejo.

“Hasilnya cukup bagus, sebab kebutuhan air tanaman padi bisa tercukupi dari irigasi Waduk Pacal,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tanaman padi yang luasnya 15.084 hektar tersebut berada si sepanjang irigasi timur, meliputi Kecamatan, Sumberrejo, Kepohbaru, Kanor dan Baureno, dengan luas tanaman padi 6.452 hektare.

Sedangkan untuk, jaringan irigasi tengah, yaitu  Kecamatan Sumberrejo, Balen dan sekitarnya, dan  jaringan irigasi barat, meliputi Kecamatan Kapas, Sukosewu dan sebagian di Kecamatan Sumberrejo.

“Tanaman padi di sepanjang irigasi Waduk Pacal itu, akan panen secara bertahap, sebab semuanya sudah berbuah,” jelas dia.

Dari data Dinas Pengairan, waduk pacal yang berada di desa Kedungsumber Kecamatan temayangan, hanya mampu menampung Air hujan sekitar 17 juta meter kubik, sebelumnya mampu menampung air sebanyak 42 juta meter kubik. Hal itu, di sababkan karena faktor usia.

Di samping itu, penurunan kapasitas daya tampung waduk yang di bangun masa Belanda tahun 1933, di sebabkan karena mengalami pendangkalan dan bangunan pelimpah rusak akibat diterjang banjir bandang. (gus/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »