Nasib Arema malang di tentukan setelah lebaran

Malang (wartaonline.co.id) 7/7

Kegagalan Sunrise of Java Cup di Banyuwangi, Arema Cronus dipastikan tak ada aktivitas dalam beberapa pekan ke depan. Arema baru akan memutuskan aktivitas tim setelah Lebaran nanti.

Artinya, misi manajemen mencarikan tunjangan Hari Raya untuk pemain melalui turnamen atau laga persahabatan tidak pernah kesampaian. Pemain terpaksa harus mencari tambahan finansial sendiri jelang Lebaran. Tak adanya aktivitas hingga lebaran sudah dipastikan oleh manajemen.

”Tidak ada kegiatan lagi sampai Lebaran nanti, baik latihan maupun pertandingan. Nanti seusai Lebaran baru akan dibicarakan bagaimana langkah ke depannya. Tim diliburkan karena memang tak ada proyeksi apa pun,” tutur Ruddy Widodo, General Manager Arema.

Ruddy mengakui manajemen sebenarnya sangat kecewa dan menyesal tidak bisa memberikan tambahan pemasukan finansial untuk pemain jelang Lebaran. Padahal sejak awal manajemen sudah berupaya maksimal mencarikan pertandingan. ”Kami ingin memberikan pemasukan lain untuk pemain selain gaji 25%.

Manajemen sudah mengupayakan semaksimal mungkin, termasuk ikut Sunrise of Java Cup. Tapi, situasi yang terjadi kemudian di luar kemampuan kami,” papar Ruddy. Praktis kini para pemain yang sementara diliburkan dari aktivitas Singo Edanmencari THR di tempat lain.

Misalnya Cristian Gonzalez, Victor Igbonefo dan Ferry Aman Saragih yang dikabarkan mengikuti Liga Ramadhan di Makassar. Manajemen Singo Edanjuga tidak keberatan pemain mengikuti ajang sepak bola amatir selama tidak ada kegiatan bersama klub. Padahal sebenarnya masih ada ikatan kontrak antara Arema dengan pemain yang ada sekarang.

Pelatih Arema Suharno berharap setelah Lebaran ada konsep yang jelas ke depannya. Artinya tim memiliki rencana bertanding secara kontinu sehingga dirinya bisa memberikan program secara jelas. ”Harapan saya setelah lebaran nanti situasinya lebih baik. Walau belum ada kompetisi, minimal bisa bertanding pun sudah bagus.

Syukur-syukur kalau ada turnamen yang diikuti Arema, sehingga saya tidak bingung tentukan program,” ujar Suharno. Setelah tim diliburkan sepulang dari Banyuwangi, sebagian pemain Arema meninggalkan Malang dan berlibur di kampung halamannya. Seperti Samsul Arif yang mudik ke Bojonegoro, juga Gede Sukadana yang berada di Bali.

Sementara masa vakum Persebaya Surabaya tampaknya akan segera berakhir. Manajemen tim berjuluk Bledug Ijokabarnya ikut hadir dalam pertemuan Turnamen Piala Indonesia Satu di Jakarta, kemarin. CEO Persebaya Gede Widiade datang langsung dalam pertemuan. Meski memberikan sinyal bakal tampil di Turnamen Piala Indonesia Satu, Gede belum memastikan kapan tim akan berlatih kembali.

“Intinya, para pemain kami sudah siap dipanggil sewaktu-waktu untuk berlatih lagi. Nanti kalau sudah ada arah kepastian turnamen, baru kita tentukan langkah berikutnya,” ucap Gede. Gagasan Piala Indonesia Satu memang sudah lama terdengar. Namun, hingga saat ini masih tergolong mentah.

Sebab, jadwal pertandingan, format maupun match feesetiap tim yang disediakan panitia baru dibicarakan dalam pertemuan, kemarin. “Kalau memang baik dan tidak memberatkan tim, kami siap ikut,” ujar pengusaha properti ini. Sebelumnya, manajemen Persebaya sempat meragukan kepastian digelarnya Piala Indonesia Satu. Salah satunya hingga saat ini izin pertandingan dari pihak kepolisian belum dikantongi panitia pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »