Pemprov jatim Bantu Bangun Listrik

 
SURABAYA-wartaonline.co.id (13/6/2015)
Pemprov Jatim akan membantu PT PLN dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di Jatim, khususnya dalam pembangunan cagak atau tiang listrik. Besarnya 50 persen dari total investasi pengadaan cagak dan pemasangan.
General Manager (GM) PLN Distribusi Jatim Yudi Winardi setelah diterima Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2015) mengatakan gubernur Jatim H Soekarwo menawarkan bantuan sebesar 50 persen dari seluruh investasi pengadaan cagak listrik. Ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan sector kelistrikan di Jatim.
“Tawaran gubernur Jatim itu akan saya sampaikan ke ke kantor pusat,” kata Yudi Winardi.
Untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan butuh dana yang cukup besar. Mulai dari pembangunan Gardu Induk, jaringan kabel tegangan rendah, tegangan menengah dan tegangan tinggi.
“percuma surplus daya listrik, kalau jaringannya tidak ada,” jelas Yudi Winardi.
Gubernur Jatim HSoekarwo minta  Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur listrik di Madura, khususnya di wilayah kepulauan. Pasalnya, wilayah tersebut rasio elektrifikasinya sangat rendah, yakni dibawah 40 persen.
Pakde Karwo mengatakan, secara keseluruhan, rasio elektrifikasi Jatim sudah mencapai 82,7 persen. Artinya, hampir semua wilayah Jatim sudah teraliri listrik, namun di beberapa tempat rasionya sangat rendah, khususnya di Pulau Madura yang rasionya hanya 50 persen. Bahkan, di wilayah Madura kepulauan rasionya dibawah 40 persen.
     “Salah satu penyebabnya adalah kondisi topografi di  Madura dimana kampung di Madura berbeda dengan di Jawa, jika di Jawa dalam satu kampung ada banyak rumah, tapi di Madura satu kampung hanya ada 10 rumah, kemudian jarak antar satu kampung dengan kampung lainnya sangat jauh, ini yang menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur kelistrikan membengkak” tuturnya.
     Sejatinya, pada 2013 lalu Pemprov sudah memiliki anggaran untuk membantu PLN membangun infrastruktur di Madura. “Pada saat itu, kita sudah anggarkan multiyears selama 3 tahun sebesar Rp. 75 miliar per-tahun untuk membantu cagak listrik di Madura, namun saat itu terkendala aturan bahwa hibah pada BUMN tidak diperbolehkan, namun saat ini dimungkinkan meski harus duduk bersama dengan BPK untuk dibahas lebih dulu batasannya, pasalnya ini demi kepentingan rakyat” katanya.
     “Dulu, PLN membutuhkan Rp. 125 miliar dikalikan tiga untuk membangun satu cagak listrik, namun dananya hanya siap Rp. 50 miliar, karena itu kita bantu Rp. 75 miliar. Namun kini, dengan manajemen dan anggaran yang baru, PLN telah menyiapkan anggaran yang lebih besar, jadi nanti Pemprov sharing 50:50 dengan PLN untuk kebutuhan infrastruktur listrik Madura” lanjutnya.
     Pakde Karwo menekankan, kehadiran listrik akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat, contohnya produk pertanian. “Jika listrik masuk maka produk pasca panen bisa digarap,  seperti pisang diolah jadi kripik pisang, atau industri kecil kreatif lainnya yang tentu saja membuthkan listrik sebagai penggeraknya” urainya.(za/sob).
teks foto: Gubernur Jatim H Soekarwo ketik berdialog dengan jajaran manajer PT PLN Distribusi Jatim di Grahadi. (din).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »