Mensos berikan bantuan siswa miskin

Jakarta (wartaonline.co.id) 22/6

 

Implementasi strategi pembangunan berpijak pada Trisakti yang dijabarkan dalam sembilan agenda strategis Nawacita sebagai landasan pembangunan nasional.

 

“Norma pembangunan nasional cara trisakti merupakan upaya untuk membangun manusia dan masyarakat, mengatasi ketimpangan sosial, meningkatkan produktivitas rakyat lapisan menengah ke bawah, ” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Minggu (21/6/2015) siang.

 

Dalam implementasi, khususnya membangun manusia dan masyarakat, serta mengatasi ketimpangan sosial, kebijakan diarahkan dengan mempercepat pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar rakyat, penanggulangan kemiskinan, mengatasi kesenjangan antarkelompok dan wilayah, serta meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).

 

“Pembangunan trisakti memperhatikan faktor lingkungan yang didukung dengan keseimbangan ekosistem, ” tandasnya.

 

Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, pemerintah menetapkan program perlindungan sosial meliputi: Pertama, program Simpanan Keluarga Sejahlera (PSKS) dengan sasaran rumah tangga dan diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

 

Kedua, program Indonesia pintar untuk menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah 6-21 tahun dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA dan diberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

 

Ketiga, program Indonesia sehat untuk menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu mendapat manfaat pelayanan kesehatan yang dilaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

 

“Pemerintah membantu membayarkan iuran bagi warga tidak mampu atau disebut Penerima Bantuan luran (PBI) dan untuk identitas penerima diberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), ” katanya.

 

Sasaran penerima KKS, KIP dan KIS di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, yaitu KKS 379 Kepala Keluarga (KK); KIP 496 anak sekolah; KIS 1.491 orang; serta Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) 21 orang.

 

Acara peluncuran di Kota Batam dihadiri Presiden Republik Indonesia, anggota Kabinet Kerja, Gubernur, Walikota, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat.

 

Penerima bantuan sebagaian besar warga yang bekerja sebagai nelayan dan petani kebun, serta masyarakat kurang mampu. Untuk lokasi peluncuran KKS, KIP dan KIS selanjulnya, akan digelar di Provinsi Jambi, di Kota Jambi, disusul ke Provinsi Jawa Barat, di Kabupaten Karawang.(*/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »