Pasar Property dan Otomotif mulai menggeliat

SURABAYA-wartaonline.co.id

Untuk menggairahkan pasar property dan otomotif. Bank Indonesia (BI) Juni mendatang akan mencabutLoan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV)  nomor 15/40/DKMP  yang berlaku sejak tanggal 30 September 2013​.

LTV/FTV BI nomor 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013 perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Properti, Kredit atau Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti, dan Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Kepala Perwakilan BI Regional IV Jatim, Benny Siswanto  mengatakan, aturaan baru yang akan keluar pada bulan itu untuk menggairahkan pasar property dan otomotif. Ini karena penjuakan property dan otomotif turun sejak diberlakukan kebijakan itu.

Namun bagi perekonomian LTV/FTV itu sangat positip, yaitu mencegah terjadinya naiknya harga rumah atau buble property. Dampak buruknya penjualan rumah turun.

Aturan yang akan keluar nanti adalah penurunan untuk pembelian rumah melalui fasilitas Kredir Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit otomotif.

Kalau sebelumnya besar muka KPR diatur minimal 30 persen untuk rumah pertama akan diturunkan lebih kecil dari itu. Sedangkana untuk rumah sederhana diturunkan menjadi 5 persen.

“Untuk rumah non sederhana, besarnya Uang Muka (UM) masih digodok,” kata Benny Siswanto di kantornya Senin (25/5/2015).

Ketua Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim, H Supratno mengatakan selama tahun 2014 penjualan rumah turun, khususnya untuk rumah menengah kebawah. Sedangkan untuk rumah mewah baik baik.

“Tahun 2014 pengembang di Jatim hanya mampu menjual sekitar 8.000 unit, sedangkan tahun 2013 sekitar 12 ribu unit,” kata H Supratno Senin (25/5/2015).

Penurunan besarnya UM itu menurut H Supratno sangat ditunggu pengembang. Jika LTV/FTV tidak dicabut, pasar akan turun lagi, dan pertumbuhan ekonomi akan seret.(din/sob). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »