Gus Ipul sambangi jamaah Dzikir Al-Fitrah

Surabaya ( wartaonline.co.id ) 25/5

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa ada empat rasa cinta yang harus dimiliki oleh setiap manusia, terutama bagi ia yang beriman dan bertaqwa. “Ada empat rasa cinta yang akan saya sebarkan kepada seluruh jamaah agar kita senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,” ujarnya saat menghadiri majelis dzikir Al-Khidmah di Ponpes Al-Fitrah, Kedinding, Surabaya, (24/5).

Ia mengatakan, rasa cinta pertama yang harus dimiliki oleh jamaah adalah agar senantiasa mencintai Allah SWT dan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman menempatkan rasa cinta kepada Allah pada tempat yang paling atas dalam sendi-sendi kehidupannya. “Mencintai Allah dan Rasulullah adalah sesuatu yang harus ditempatkan paling utama dalam hidup kita. Mudah-mudahan cinta kita kepada Allah dan Rasulnya dapat kita jaga seterusnya sehingga kita menjadi hamba yang paling bahagia baik di dunia maupun di akherat,” ungkapnya.

Rasa cinta kedua, adalah cinta kepada pewaris pewaris dari para nabi. Pewaris nabi ini adalah orang-orang yang menjadi penerus ajaran Nabi Muhammad dalam menebarkan ilmu dan mengajarkan kebaikan. “Ada sebuah kisah mengajarkan, jadilah orang alim karena orang alim itulah yang sangat dekat dengan Allah dan dekat pula dengan Rasulullah SAW,” imbuhnya.

Menurutnya, Rasulullah memerintahkan dan merekomendasikan kepada ummat muslim  untuk selalu menjadi orang alim. Sebab, jika kita menjadi orang alim, kita dapat mengukur seberapa besar cinta kita kepada Allah dan para Rasulnya. Selain itu, ketika menjadi orang alim, kita juga diajarkan untuk mengetahui seberapa besar rasa cinta kita kepada orang-orang muslim dan kepada sesama mahluk Allah.

Ketiga, menurut Gus Ipul rasa cinta kepada keluarga harus terus dijaga. Karena, keluarga merupakan benteng utama di dalam membentuk aqidah dalam kehidupan rumah tangga. “Selama kita satu akidah dengan anak, orang tua, pasangan hingga pendahulu pendahulu keluarga maka insyallah, Allah akan mengumpulkan kembali pada surganya di akherat kelak,” terangnya.

Terakhir Gus Ipul menjelaskan, pentingnya rasa cinta kepada tanah air. Cinta tanah air artinya mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cinta tanah air sangat penting, ketika negara yang mayoritas penduduk muslimnya saat ini seperti Irak, Iran, Syiriah, Afganistan hingga Yaman saat ini terus bergejolak. “Allhamdulillah kita di Indonesia bisa beribadah dan bekerja. Sampai kapanpun kita harus menjaga Indonesia dari faham-faham radikalisme yang masuk ke Indonesia,” tegasnya yang diamini puluhan ribu jamaah Al-Khidmah.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ipul, juga berharap kepada Majelis Dzikir Al-Khidmah, agar pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang pada Bulan Agustus mendatang berjalan lancar, sukses menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi warga Nahdliyin. “Saya memohon doa, kepada seluruh jamaah Al-Khidmah yang terdiri dari para Kiai dan alim yang juga merupakan pemiliki saham dari warga NU pelaksanaan Muktamar NU ke 33 berjalan sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses hasil dan sukses NU tetap utuh,” harapnya. 

Ketum Jamaah Al Khidmah Emil Syanif Tarigan mengatakan, bahwa hanya majelis dzikir dari Al-Khidmah inilah yang isinya semata mata ditujukan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Ia menambahkan, bahwa majelis ini adalah satu-satunya majelis dzikir yang terus membacakansholawat serta salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW serta satu satunya majelis yang terus melantunkan ayat-ayat suci yang dikirim kan kepada Allah dan Rasulnya beserta guru, kiai dan ulama-ulama. “Melalui mejelis inilah kita bersilaturahmi menyambung hati dan rohani sekaligus menautkan hati kita kepada guru-guru beserta kiai kiai kita yang telah  memberikan ilmu sehingga barakahnya bisa tertular kepada kita,” pungkasnya.  (din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »