Terminal Buka 24 Jam Pengusaha Rugi

SURABAYA –wartaonline.co.id (9/4/2015).

Pemerintah pusat melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi mengiktruksikan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), untuk membuka akses jalan dari Terminal 1 ke Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda (BUIJ) Surabaya.
“Pada pukul 00.00 wib nanti malam, pintu sudah harus dibuka 24 jama,” kata Yuddy Chrisnandi di ruang VIP Room BUIJ Terminal 1, Kamis (9/4/2015).
Menurut Yuddy ini perintah. Nanti malam tepat pukul 00.00 aktivitas sudah harus normal kembali. Pembukaan akses jalan ini untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu pertumbuhan ekonomi.

Menpan RB, Kamis pagi menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Jatim H Soekarwo, PT Angkasa Pura, dan pihak TNI AL Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti surat gubernur Jatim kepada presiden nomor 553/1171/104/2015 tertanggal 6 April 2005 Perihal penutupan jalan akses T1-T2 BIUJ Surabaya.
Akses dari T1-T2 ditutup sejak pertengahan Maret lalu. Jalan baru dibuka pukul 22.00 – 05.00 wib. Salah satu dampaknya, barang-barang kiriman, terutama ikan segar, keburu rusak karena baru bisa dikirim esok harinya. Dan untuk memperlancar distribusi barang, PT Angkasa Pura I terpaksa memberikan izin kepada kendaraan pengangkut kargo untuk melewati runway pada pukul 22.00 – 05.00 wib karena pada jam-jam tersebut tidak ada penerbangan.
Dijelaskan, seharusnya yang seperti ini tak mengemuka ke publik. Pelayanan  bisa terganggu, jangan korbankan masyarakat. “Permasalahan ini perlu diselesaikan dalam konteks pemerintahan. Tinggalkan ego, kerjakan lintas sektoral, tingkatkan kordinasi dan komitmen permasalahan ini diselesaikan. Saya minta pihak TNI AL membuka kembali akses dari T1 ke T2,” ujar Yuddy lagi.
Kepada pihak Angkasa Pura, ia meminta agar kerjasama ditindaklanjuti, poin-poin yang ada dalamkerjasama harus diselesaikan dan tidak ditunda-tunda. “Harus ada jadwal definitif terhadap perjanjian kerjasama untuk diwujudkan. Misalnya tempat parkir pesawat latih disiapkanpenggantinya, perbaikan saluran air, renovasi beberapa gedung yang sudah jadi komitmen, perluasan landasan dan sebagainya yang masuk dalam kerjasama,” tandas Yuddy.
Laporan gubernur, sejak penutupan jalan dari T1-T2 12 Maret higgga sekarang kerugian Rp 100 M lebih. Ratusan cargo tiap hari tak bisa terangkut dan menghambat pelayanan jasa angkutan produk-produk ekonomi dari Jatim melalui pelabuhan udara.
Kepada Gubernur Jatim Soekarwo, Yuddy memintanya menjadi mediator apabila kedua belah pihak tak bisa menyelesaikan masalah ini. “Jangan sampai dunia  internasional melihat hal ini. Masa run way kok dipakai untuk jalan akses cargo. Mereka bisa menilai kita ini primitif. Bandara Juanda ini kan bandara internasional,” tukas Yuddy.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo meminta kepada kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan kesanggupan penyelesaian agar masalah ini tidak terus berlarut. Dengan surat kesepakatan itu maka kedua belah pihak bisa bertindak. (din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »