Nilai Rupiah bisa kuat jika transaksi dalam negeri pakai Rupiah

SURABAYA-wartaonline.go.id (18/4/2015)
Setiap hari, transaksi perdagangan didalam negeri yang menggunakan USD mencapai USD 6. Angka ini besar, karena sudah ada aturan yang melarang transaksi perdagangan didalam negeri menggunakan mata uang asing.
Agustinus Fajar Setiawan, Deputi Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) mengatakan akibat masih besarnya transaksi yang menggunakan USD,  Rupiah yang merupakan mata uang sah di Indonesia menjadi melemah. Kini kurs rupiah masih diatas Rp 13 ribu pr USD.
“Jika semua transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah, maka Rupiah bisa menguat,” kata Agustinus Fajar Setiawan pada  sosialisasi penggunaan yang rupiah di Atrium Tunjungan Plasa Sabtu (18/4/2015) sore.
Menurut Fajar, BI telah melakukan koordinasi dengan kepolisian, bahwa setian transaksi yang menggunakan mata uang asing akan ditangkap. Karena itu melanggar Undang-Undang (UU) nomor 7/2011 tentang mata uang.
Disitu dijelaskan bahwa setiap transaksi dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wajib menggunakan mata uang Rupiah. Jika tidak bisa dihukum kurungan sampai lima tahun.(din/sob).
Teks foto: Sosialisasi penggunaan mata uang rupiah yang diadakan di atrium Tunjungan Plasa Sabtu kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »