Mahasiswa demo kedatangan Jokowi di Surabaya

Surabaya (wartaonline.co.id) 17/4

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Timur Menggugat melakukan aksi di depan Gedung Grahadi untuk menolak kedatangan Jokowi-presiden di Surabaya, Jumat (17/4/2015). Selain itu, mereka juga menuntut beberapa hal kepada presiden.

Aliansi mahasiswa ini terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa. Antara lain IMM, GMNI, HMI, LMND, dan FMN. Sembari membawa bendera dominan merah berorasi memprotes kebijakan-kebijakan Jokowi sebagai presiden yang menjabat selama enam bulan.

Beberapa hal yang menjadi sorotan para demonstran antara lain tentang Nenek Asyani yang divonis 5 tahun penjara karena mencuri kayu jati di lahan Perhutani, kasus-kasus BLBI dan Century yang tak kunjung selesai.

“Kesulitan rakyat terbukti tidak semakin berkurang dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok khususnya beras. Selain itu harga BBM dan LPG juga akan semakin menyengsarakan rakyat,” ujar Heru, salah satu demonstran saat berorasi di depan Grahadi.

Heru menambahkan, yang paling menyedihkan adalah perlakuan Jokowi terhadap para petani. “Setelah memberikan 3.000 mesin traktor untuk petani Ponorogo, setelah panen traktor-traktor itu ditarik kembali. Berbagai kebijakan ini bukti bahwa Jokowi ini adalah rezim anti rakyat,” ujarnya.

Mahasiswa menuntut agar harga BBM, sembako, LPG dan transportasi diturunkan. Selain itu, mereka menuntut pencabutan UU pendidikan tinggi nomor 12 tahun 2012, penegakan pemberantasan korupsi, penghentian kerjasama internasional yang merugikan rakyat seperti seperti dalam WTO, IMF, dan World Bank dan beberapa tuntutan lainnya seperti mencabut sistem Uang Kuliah Tunggal.

“Tolak, tolak, tolak Jokowi…,” demikian bunyi yel-yel yang dilantunkan demonstran. Akibat demonstrasi ini, lalu lintas di depan Gedung Grahadi sempat tersendat. Pengendara memperlambat laju kendaraannya untuk melihat aksi demonstrasi mahasiswa.

Sedangkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang bersamaan dengan gelaran parade rutin setiap tanggal 17 di dalam Gedung Grahadi, pihak kepolisian Polrestabes Surabaya menurunkan puluhan personel. (den/ipg/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »