GUS Ipul : Ingatkan Bahaya Narkoba bagi keluarga

SURABAYA-wartaonline.co.id (26/4/2015)
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengingatkan kepada orang tua agar memantau setiap aktifitas anak, baik di rumah, di sekolah dan lingkungan sekitar agar terhindar dari bahaya narkoba. “Saya mengingatkan kepada orang tua untuk terus memberikan pengawasan terhadap anak, agar tidak terkena bahaya narkoba,” ungkapnya pada saat menghadiri Milad ke-17 Yayasan Al-Jihad, di JX Interasional Surabaya, Minggu (26/4).
Ia mengatakan, saat ini kejahatan anak terus tumbuh dan meningkat. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan sehingga dibutuhkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat.
Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, kekhawatiran pemerintah ditunjukkan data yang dirilis dari kepolisian dan BNN Jatim. Dari data tersebut dijelaskan bahwa lebih dari 700 anak SD di kawasan Malang Raya dan sekitarnya menjadi pengguna narkoba. Ini sangat ironis, karena anak SD yang menjadi sasaran kejahatan terhadap anak melalui narkoba. Pemerintah beserta aparat keamanan terus berupaya dan bertugas menanggulanginya, sementara orang tua juga harus membantu mewaspadai setiap tingkah laku anak dirumah,” tegasnya.  
Kejahatan narkoba dan pelecehan terhadap anak sudah menjadi isue internasional yang perlu mendapatkan perhatian orang tua. Dalam kesempatan tersebut Gus Ipul sependapat dengan wewenang Presiden yang menolak grasi bagi terpidana narkoba, terutama kepada narapidana kasus narkoba yang akan dieksekusi mati oleh pemerintah.
Menurutnya, memberikan hukuman mati bagi pengedar narkoba akan memberikan efek jera bagi pelakunya. “Saat ini situasi kejahatan narkoba dan pelecehan anak telah menjangkiti masyarakat kita. Perlu ada terapi dan tindakan nyata agar pengedar narkoba jera terhadap prilaku yang akan mengancam generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait Milad ke 17 Yayasan Al-Jihad ini Gus Ipul memberikan apresiasi karena melalui majelis inilah masyarakat mendapatkan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. “Lewat Majelis seperti ini, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ilmu,  terutama memperoleh ilmu agama untuk terus meningkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Manfaat yang didapat tidak hanya diperoleh bagi santri maupun masyarakat yang hadir, tapi doanya diperuntukkan bagi Bangsa dan Negara Indonesia. Inilah cara-cara kiai menjaga Indonesia melalui majelis pengajian seperti ini,” terangnya.
Ditempat yang sama, Pengasuh Yayasan Al-Jihad Surabaya, KH. Imam Hambali mengajak seluruh santri untuk menata hati. Jangan sampai santri yang datang mengikuti majelis ini tidak mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat.
Pada saat berdoa di Ka’bah beberapa saat yang lalu, Kiai Hambali sapaanya berdoa agar pada Milad ke-17 ini tidak hanya dihadirkan ribuan santri dan masyarakat. Akan tetapi, dihadirkan pula ribuan malaikat untuk mendoakan ummat dan masyarakat Indonesia. “Saya yakin yang hadir tidak hanya dihadiri oleh ribuan manusia, tapi ada ribuan malaikat mendoakan diri kita dan orang lain, khususnya bagi bangsa dan negara,” tegasnya yang diamini ribuan santri yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Mamah Dedeh sangat bersyukur bisa memberikan ilmu dan wawasan di Al-Jihad. Mamah Dedeh menyinggung tentang banyaknya pejabat yang dahulu berkampanye ke pondok-pondok kemudian setelah menjabat mereka lupa terhadap pendidikan agama atau pondok pesantren.
Mamah Dedeh mencontohkan, pejabat seperti Gus Ipul yang juga Wagus Jatim. Sosok seperti Gus Ipul ini senang membaur dan menghadiri majelis pengajian dan acara keagamaan lainya.

Menurutnya, Gus Ipul merupakan seorang santri yang taat beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT.  “Carilah pemimpin yang taat beragama dan pemimpin yang agamis seperti ini. Layanilah masyarakat yang telah menjadikanmu pejabat, bukan anda yang dilayani oleh masyarakat,” ungkap Mamah Dedeh yang disambut tepuk tangan oleh ribuan lautan manusia.(din/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »