Tertibkan Pekat, Pemkab Ponorogo Kebut perda Miras

 ? untuk pintasan keyboar

 
 Ponorogo (wartaonline.co.id) 5/3
Tak ingin melahirkan Perda Miras yang hanya seperti macan ompong, maka DPRD Ponorogo menggandeng Polres untuk melahirkan perda anti maksiat  itu. Perda miras yang selama ini hanya menjadi wacana segera diwujudkan oleh para wakil rakyat, sebagai bukti kerihatinan mereka atas maraknya peredaran miras di Ponorogo.“Ini merupakan langkah awal kerja sama dengan Polres terkait dengan DPRD mengajukan regulasi inisiatif. Komisi A saat ini menyusun rencana Perda hiburan dan pembatasan miras.
  Karena peredaran miras di Ponorogo sangat luar biasa, sehingga sangat penting sekali agar ada pembatasan sehingga tidak bebas seperti saat ini.Dengan Perda pembatasan miras yang saat ini tengah digarap oleh Komisi A itu, maka diharapkan masyarakat tidak mudah mendapatkan miras dengan mudah. Melahirkan pembatasan Perda Miras ini, dianggap Miseri sangat mendesak, karena dari tahun ke tahun peredarannya dan korban-korbannya akibat miras makin meningkat.“Sangat mendesak dari tahun  ke tahun meningkat lebih dari 100 persen. Makanya Komisi A segera mengerjakannya bersnergi juga dengan kejaksaan dan pengadilan agar perda miras ini bukan sekedar macan ompong di atas kertas saja. Tapi pelanggarnya betul-betul harus ditindak, karena kekuatan hukumnya sudah kuat. Kalau tidak segera segera diterbitkan Perda ini anak cucu kita gimana,” ujar wakil rakyat dari Partai Demokrat itu.
Kapolres Ponorogo,AKBP.Iwan Kurniawan menyampaikan,inisiatif yang dilakukan oleh DPRD sangat bagus  apalagi melibatkan penegak hukum. Sehingga jika Perda itu sudah lahir maka akan memudahkan penegak hukum untuk mengeksekusinya.“Ini inisiatif yang sangat baik, dan kami jajaran polisi  dilibatkan. Harapannya Perda ini  jika diberlakukan nanti  tidak akan dapat hambatan.
Begitu efektif berlaku, penegak hukum  tidak kesulitan, dan pelaku yang kita proses akan dapatkan efek jera dengan Perda tersebut. Ini perda khusus yang dibuat penanganan miras di Ponorogo,” kata Kapolres.Namun, kata kapolres, apabila pada suatu kasus, pelakunya memenuhi unsur pidana maka pihaknya tetap akan menerapkan pasal pidana seperti penerapan pasal 204 ayat (1) KUHP. Pasal ini telah diterapkan kepada tiga orang penjual miras di Ponorogo.
Satu orang telah menjalani persidangan, dua lainnya masih diproses namun tidak ditahan.“Supaya nanti ditetapkan juga sehingga ada satu aturannya ada termasuk produsen juga semuanya. Pemakai, prosuden, penjaul, juga tempat hiburan. Pokoknya  akan memudahkan untuk melakukan penanganan hukum,” imbuh Kapolres.* (din/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »