Suji Temukan energi listrik dari Bahan Baku air

Pasuruan (wartaonline.co.id) 2/3

Kebutuhan akan energi listrik merupakan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Bayangkan jika listrik mati satu hari saja kita pasti bingung untuk melkaukan aktivitas. Untuk memenuhi kubutuhan energi di Indonesia tentu adanya inovasi dan untuk mencari solusinya.

Berbekal menciptakan energi yang murah dan terjangkau bagi masyarakat. Setelah sekitar 14 tahun melakukan riset, Suji Kuswahyudi (50) warga Jl. Urip Sumoharjo no. 27 A kota Pasuruan jawa timur, menemukan energ listrik dengan bahan baku air. Hal tersebut tidak hanya sert merta begitu saja tetapi telah melalui riset untuk menciptakan sebuah alat yang mampu mengubah air menjadi energi berbentuk listrik, yang ia beri nama Akua Power.

“Akua Power, singkatan dari air kuasa Allah. Sebab, energi yang kekal hanya ada pada zat ciptaan Allah,” kata pria yang akrab disapa Suji ini saat ditemui wartaonline.co.id di rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo 27 A, Kota Pasuruan (1/3).

Suji menceritakan,awal muasal penemuan Air yang bisa menimbulkan energi listrik. Untuk menemukan alat ini butuh waktu riset sekitar 14 tahun, hingga akhirnya dia yakin bahwa alatnya dapat bekerja seperti yang ia inginkan. Secara singkat dia menceritakan sedikit tentang fungsi dan cara kerja alat yang ia yakini dapat mengatasi permasalahan energi di negeri ini.

Dijelaskan Suji, air tersebut diberi elektrode positif dan negatif sehingga ion dalam air diserap melalui elektrode. Selanjutnya, ion tersebut akan menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Suji mengatakan, saat ini dirinya sengaja  membuat alat yang diperuntukan bagi pedagang kaki lima. Alat menyerupai genset berukuran sebesar kardus mie itu mampu menghasilkan listrik sebesar 150 watt selama sehari. Cara kerjanya sangat mudah, cukup dengan mengisinya dengan 1 liter air. Untuk dipakai sehari, cukup diisi ulang sebanyak tiga kali.

“Saat ini saya baru bikin untuk segmen kaki lima, harganya sekitar Rp 4.500.000. Cukup diisi air 1 liter air, nanti kalau habis tinggal diisi ulang. Bisa pakai air biasa atau air laut,” kata pria kelahiran Pasuruan 9 Februari 1965 ini sambil tersenyum.

Jebolan SI Teknik Mesin ITN Malang tahun 1989 silam ini bukan yang kali pertamanya membuat alat-alat tepat guna. Suji mengatakan, pada tahun 1997 dirinya sudah menciptakan mobil listrik. Namun, karena alasan proses izin jalan yang rumit, akhirnya riset mobil listriknya mandek.

Tak hanya itu, Ia juga mencoba untuk menciptakan perahu listrik bagi nelayan karena menurutnya mesin perahu tidak memerlukan surat-surat atau pengurusan izin jalan. Saat itu ia berfikir, bila ia membuat mesin perahu listrik maka akan bisa membantu nelayan-nelayan yang selama ini kesulitan membeli solar.

“Saat itu, sudah ada kenaikan BBM,” terangnya.

Namun, setelah berhasil menciptakan mesin perahu listrik, ia menemukan masalah baru. Saat melakukan uji coba, ia kehabisan energi sehingga tidak dapat kembali ke daratan. Mesin perahu listrik yang ia buat hanya mampu menyala sekitar tiga jam.

“Dari sana, munculah ide. Seandainya air laut atau air bisa diubah menjadi energi. Pasti nelayan gak akan binggung,” terangnya. Kepada wartaonline.co.id

Akhirnya, pada tahun 2000 mulailah ia melakukan riset untuk menciptakan sebuah alat yang mampu mengubah air menjadi energi listrik. Untuk bisa menciptakan alat yang menjadi impiannya, hanya dibutuhkan waktu setahun. Pada 2011, ia berhasil menemukan teknologi yang mampu menjadikan air sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik.

“Tahun 2001, sebenarnya sudah ketemu. Tapi karena saya ingin menguji ketahan sel, maka saat itu belum saya keluarkan. Baru tahun ini, saya keluarkan,” kata Suji sambil menunjukan prototipe Akua Power yang sudah berusia sekitar 14 tahun.

Keberhasilannya membuat Akua Power juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah provinsi Jatim. Bulan Oktober 2014, kemarin dia berhasil merebut juara I Penganugerahan Inovasi Teknologi Jawa Timur 2014 Bidang Energi yang diselenggarakan Balitbang Provinsi Jatim. (sob/tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »