Soekarwo : Buku Radikal ditarik dari Peredaran

Surabaya (wartaonline.co.id) 23/3
Gubernur Soekarwo juga menyampaikan maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur, yang diselimuti keresahan akibat berdarnya buku tersebut.
 “Saya selaku Gubernur Jatim sebelumnya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga jatim dan rakyat Indonesia, serta orang tua murid, akibat buku itu mereka jadi resah,” kata Soekarwo di Surabaya, kemarin.
Pihaknya sudah meminta pihak terkait menarik buku itu dari peredaran. Ia meminta buku itu ditarik dalam hitungan jam.
“Saya sudah perintahkan Kadinas Pendidikan Jatim untuk menarik buku tersebut, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim serta aparat kepolisian untuk menarik buku dalam hitungan jam, bukan hari. Saya ingin pastikan semuanya sudah ditarik,” lanjutnya.
Gubernur Soekarwo menuding peredaran buku itu merupakan kelalaian sejumlah pihak. Karena itu sanksi dipastikan akan dikenakan pada mereka yang membuat buku.
“Kasus itu muncul karena kelalaian guru yang membuat buku Materi itu dicabut dari bahan kurikulum Tahun 2013 kemudian dimasukkan begitu saja ke dalam buku pelajaran tanpa melalui pemeriksaan ketat,” katanya.
Buku tersebut beredar di enam SMA di Jombang. selain saya meminta ditarik buku itu, Diknas harus koordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk memeriksa mereka yang terlibat dalam pembuatan buku.

Bakal ada sanksi untuk mereka. Karena ini dunia pendidikan maka sanksi harus mendidik. sanksi ini diberikan agar dijadikan pelajaran bagi guru yang lain untuk lebih selektif.(din).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »