PLN (persero) Jatim siap kerjakan Proyek Vital

Tekan ? untuk pintasan keyboar

SURABAYA-wartaonline.co.id (19/3/2015)
 PT PLN bersiap mengerjakan empat proyek vital untuk membantu penambahan pasokan listrik ke wilayah Kota Surabaya. Program yang diagendakan sejak beberapa bulan lalu itu, baru bisa dilakukan setelah mereka mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya.
Menurut Humas PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, keempat  proyek itu awalnya tak kunjung bisa dilanjutkan karena terganjal berbagai masalah, terutama yang terkait soal perizinan. “Pemkot Surabaya akhirnya memberi dukungan, setelah kami jelaskan pentingnya proyek tersebut kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,” ujarnya di Surabaya, Selasa (19/3/2015).
 Tri Rismaharini  mengingingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Surabaya bagian barat, belakangan sudah semakin gencar. Tanpa infrastruktur tambahan, sejumlah apartemen yang kini sedang dibangun, terancam tidak bisa mendapat pasokan listrik PLN.
 Keempat proyek yang sempat terganjal pembangunannya itu adalah pembangunan Gardu Induk (GI) di Jajar Tunggal, pembangunan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di Kalisari, pembangunan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) Avatar dan tapak tower di Bungurasih.
Proyek itu sangat diperlukan untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan listrik di Surabaya. Mereka bahkan mengklaim, pasokan listrik ke Surabaya dalam dua tahun ke depan akan terhambat, tanpa keberadaan infrastruktur vital tersebut.
Salah satu hambatan adalah terkait dengan lahan yang akan digunakan. Karena lahan itu ada yang berstatus milik Pemkot Surabaya. Belakangan, wali kota akhirnya menyetujui pembangunan di atas lahan tersebut, meski asset tanah tersebut masih akan tetap menjadi milik Pemkot.
Khusus yang terkait penolakan warga dalam pembangunan GI di Jajar Tunggal, wali kota meminta PLN untuk membeli rumah-rumah milik warga sekitar yang merasa keberatan tersebut. “Cara itulah yang dilakukan wali kota dalam pembangunan rumah-rumah pompa untuk menekan banjir di Kota Surabaya,” ujarnya.
Menyusul dukungan Pemkot Surabaya tersebut, PLN berencana akan langsung tancap gas. Perusahaan plat merah itu segera melanjutkan proses pembangunan dan diharapkan semuanya sudah bisa dioperasikan pada 2016 mendatang.
Dalam pertemuan dengan GM PLN Jatim IGN Mardawa tersebut, wali kota Tri Risma juga mengusulkan agar PLN memanfaatkan tenaga matahari (solar sell) untuk memproduksi listrik. Dia mencontohkan tentang pemanfaatan energi alternatif tersebut yang sudah dilakukan di Jerman.
Tapi menurut Pinto, gagasan itu masih belum bisa direalisir dalam waktu dekat. Karena biaya investasi yang harus ditanggung jauh lebih banyak dibanding yang ada sekarang.  “Perbandingannya, biaya untuk menghasilkan setiap KWH listrik yang menggunakan bahan bakar solar, batubara dan gas hanya Rp 1500 per KWH, tapi kalau menggunakan sollar sell bisa mencapai Rp 6000 per KWH,” ujarnya.(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »