Aset PNPM Mandiri Bojonegoro 119 M Raib

 Bojonegoro (wartaonline.co.id) 17/

Kunjungan kerja (kunker) Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ke Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mempertanyakan nasib aset Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) senilai Rp119 miliar yang masih belum ada kejelasan.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada keputusan serta aturan baku terkait dana yang sudah digulirkan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Kita menanyakan asset Rp119 miliar ini mau dikemanakan, tapi di sana juga hanya mendapatkan jawaban yang normatif,” kata anggota Komisi C, Kafrawi, Jum’at (13 /3/2015)

Sebab, saat ini pihak PMD juga masih dalam proses penataan organisasi yang baru dan pihak kabupaten diminta untuk menunggu sampai ada kejelasan.

Sementara, dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berharap agar regulasi terkait PNPM ini bisa segera diterbitkan karena keberadaan PNPM ini diakui Komisi C sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan tidak ada yang sampai terjerat kasus hukum,” imbuh politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan dana PNPM ini bisa dikelola dengan baik sesuai aturan yang ada..

Terkait banyaknya kasus yang menjerat pengelola PNPM, Kafrawi menilai tidak seharusnya menghentikan program yang sudah ada dan baik untuk masyarakat. “Kita jangan menggeneralisir kasus-kasus tersebut, itukan oknum,” pungkasnya.(gus/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »