Sanksi Pertamina pada SPBU nanya gertakan sambal

Madiun (wartaonline.co.id) 20/1

Penerapan harga BBM yang di lakukan pada hari senin (19/1) kemarin ternyata berimbas pada banyaknya SPBU di wilayah Madiun yang tutup. Situasi ini membuat sejumlah warga kecewa.

Salah satu warga Madiun, Heru Kuswanto mengatakan, dia sudah mencari lima hingga enam SPBU di Kota Madiun, namun semuanya tutup. Padahal kondisi tangki sepeda motornya sudah hampir habis.

“Saya sudah berputar-putar untuk mencari SPBU yang buka, namun hampir semuanya tutup. Kalaupun buka, hanya melayani penjualan solar, bukan premium ataupun pertamax,” ujarnya, Senin (19/1/2015).

Menurutnya, warga merasa rugi akibat banyaknya SPBU yang tutup. Sebab, waktu untuk bekerja habis digunakan berputar-putar mencari SPBU yang buka. Saat menemukan ada SPBU yang memiliki stok premium, langsung diserbu oleh konsumen. Akibatnya, antrean panjang kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk terjadi di beberapa SPBU, seperti di SPBU Jalan Diponegoro, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Sales Eksekutif Fuel Retail Marketing Region V PT Pertamina Madiun, Anditya Anwar, menduga banyaknya SPBU yang tutup di wilayah Madiun tersebut akibat perilaku pengelola SPBU yang tidak mau merugi.

Sementara Ka Humas Pertamina Regional VI bagian Timur Heppy kepada wartajatim.com mengatakan ” ya jika ada SPBU tutup saat penerapan penyesuian harga BBM ,akan di beri sanksi dan pembinaan” katanya kepada wartajatim.com

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para pengelola SPBU agar segera membuka kembali SPBU-nya. Stok yang ada di SPBU saat ini merupakan pengiriman sebelum harga BBM ditetapkan turun. [rdk/sob]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »