RSAA Malang di laporkan Polisi Dugaan Malpraktek

Pasuruan (wartaonline.co.id) 9/1

Diduga anaknya menjadi korban malpraktek. Imron (37), warga Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, melaporkan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang ke Polresta Malang atas dugaan malpraktek yang dilakukan rumah sakit itu kepada anak semata wayangnya, Nia Agustina (6).

“Sebenarnya saya tidak ada keinginan untuk membawa permasalahan yang menimpa anak saya ini ke jalur hukum. Namun, karena tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas kelumpuhan yang kini diderita oleh anak saya. Jadinya saya nekat melaporkan masalah ini ke polisi,” ujar Imron kepada wartawan saat ditemui di rumahnya. Rabu, (07/01/2015) sore.

Imron menceritakan, bahwa sejatinya sejak lahir anaknya itu tumbuh seperti balita normal. Namun di pertengahan 2013 Nia yang lahir pada 10 Agustus 2008 ini mengalami panas tinggi hingga kejang.

“Waktu itu badan anak saya panas hingga kejang, kemudian saya bawa di RS Dr Soedarsono, Kora Pasuruan Pasuruan. Namun, setelah dirawat tiga hari d rumah sakit Dr Soedarsono, Nia kemudian dirujuk ke RSSA, lantaran kondisinya parah yaitu sudah dalam keadaan koma,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur tersebut.

Imron menambahkan, kalau di RSSA Malang ini anaknya dirawat selama 12 hari dengan menggunakan BPJS. Akan tetapi, saat di RSSA anaknya diambil cairan tulang belakangnya, karena mengalami radang otak.

Setelah diambil cairan tulang belakang, kondisi Nia semakin parah. Bahkan ia tak bisa bicara serta sulit untuk menggerakkan tubuhnya. “Setelah mendapat penanganan di RSSA kondisi anak saya semakin parah. Akhirnya saya bawa pulang ke Pasuruan karena saya tidak punya biaya hidup di Malang,” katanya.

Atas kejadian tersebut, orang tua Nia mengadu ke Polres Malang Kota atas dugaan malpraktek yang dialami anaknya di RSSA Malang. “Ada tiga dokter yang saat itu menangani anak saya di ruang anak, yakni dokter Ali, Senia,dan Erika,” imbuhnya.

Dengan adanya laporan ini, dirinya sangat berharap pihak RSSA Malang tak melakukan kesalahan penanganan seperti yang dialami anaknya. “Seminggu yang lalu saya sudah ke RSSA Malang untuk minta penanganan untuk anak saya, tetapi kata dokter disana anak saya tidak bisa kembali normal,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, mertua Imron, Mariyam (40) mengatakan, saat ini cucu kesayangannya tersebut sehari-harinya hanya bisa tidur tanpa respon apa-apa. “Harapan kami cuma satu, yaitu ingin Nia kembali normal seperti dulu mas,” pungkasnya. (ajo/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »