Gelandangan di Usir dari Rumah sakit

Lampung (wartaonline.co.id) 6/1

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Komunitas Anak Lampung Peduli membantu pengobatan gelandangan yang ditelantarkan oleh Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung. Mereka menjamin seluruh biaya pengobatan Windasari, 25 tahun, yang sempat diusir manajemen rumah sakit milik Pemerintah Lampung itu.

“Kami pastikan Widyasari akan mendapatkan perawatan dan pengobatan yang semestinya,” Kata Koordinator Komunitas Anak Lampung Peduli Firmansyah, Selasa, 06 Januari 2015. (Baca: Bocah Pengidap Kanker Dipingpong Rumah Sakit)

Firmansyah mengatakan belum memastikan penyakit yang diderita oleh Windasari. Namun, kondisi kaki sudah mulai membusuk hingga nyaris Widyasari lumpuh.

Sebelumnya Windasari yang terluka akibat korban tabrak lari sempat dirawat di Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung selama enam hari di ruang Anyelir. Setelah itu dia dipaksa keluar dari ruang perawartan karena tidak sanggup membayar pengobatan.

“Padahal lukanya belum sembuh betul dan kondisinya sangat lemah. Kami memang tidak punya uang tapi jangan diperlakukan semena-mena,” kata Sagimin, suami Windasari yang juga bekerja sebagai pemulung.

Saat diusir dari rumah sakit, Sagimin, suami Windasari yang bekerja sebagai pemulung terpaksa mengangkut dengan gerobak sampah. “Kami tidak memiliki kartu kesehatan karena tidak memiliki rumah tempat tinggal yang tetap.”

Direktur Rumah Sakit Abdul Muluk Herry Djoko Subandrio mengatakan siap bertanggungjawab atas dugaan pengusiran pasien miskin itu. Dia sudah melakukan klarifikasi ke perawat yang bertugas di ruang Anyelir. “Mereka merawat dengan baik dan semestinya. Itu dibuktikan dengan adanya rekam medis termasuk kaki pasien pernah di-CT Scan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »