Semen Tonasa, 2015 bakal penuhi Target di 28 pabrik

Makasar – wartonline.co.id (10/9)

PT Semen Indonesia Tbk meresmikan packing plant (pabrik pengemasan) semen di Dusun Bakengkeng, Belang-Belang, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (9/9/2014).

Semen Indonesia merupakan holding company dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Vietnam, produsen semen terbesar di Asia Tenggara.

Peresmian dilakukan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju Suhardi Duka, Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto, dan Direktur Utama Semen Tonasa Andi Unggul Attas. Packing plant berkapasitas 450 ribu ton semen pertahun ini dibangun secara swakelola sejak Oktober 2013 dengan melibatkan kontraktor lokal.

Dengan fasilitas satu silo penyimpanan semen berkapasitas 4.000 ton, 1 line rotary packer berkapasitas 2.400 kantong perjam, 1 line curah berkapasitas 120 ton/jam, dan dermaga yang bisa disandari kapal berkapasitas 8.000 DWT.

Selain itu, fasilitas penunjang berupa kantor, bengkel, electrical room, dan jembatan timbang. Total investasi yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp 68 miliar.

Dwi Soetjipto mengatakan packing plant Mamuju ini memperkuat jaringan distribusi. “Upaya kami menjamin ketersediaan pasokan semen yang diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur fisik di timur Indonesia utamanya Sulawesi Barat,” katanya.

Beroperasinya packing plant merupakan upaya mengantisipasi momentum tingginya pertumbuhan konsumsi semen di Sulawesi. Sampai semester 1, konsumsi semen di Sulawesi 2,38 juta ton atau meningkat 3,1 persen dibanding periode sama 2013 sebesar 2,31 juta ton.

Pertumbuhan konsumsi ini tertinggi di Indonesia, mengingat konsumsi semen secara nasional pada periode yang sama hanya tumbuh 0,5 persen dibanding tahun lalu.

Dengan beroperasinya packing plant diharapkan penjualan semen di Sulawesi khususnya wilayah Sulbar dan sekitarnya akan meningkat. Hal ini akan memperkuat posisi perseroan sebagai market leader yang menguasai sekitar 44 persen pangsa pasar semen nasional.

Selain itu, pembangunan packing plant ini bagian dari strategi perseroan agar semakin dekat ke konsumen (move closer to the customer). “Pabrik pengepakan karena permintaan cukup besar. Market share penjualan di Sulbar mencapai 75 persen,” jelas Unggul.

Unggul kepada Tribun menjelaskan pengoperasian mencukupkan sembilan packing plant Tonasa sehingga mendorong upaya pencapaian produksi 6,7 ton semen per tahun.

28 Packing Plant

Perseroan akan terus menambah jumlah packing plant dalam rangka menjamin ketersediaan pasokan.
Perseroan telah mengoperasikan 23 unit packing plant di Indonesia. Khusus di timur Indonesia, Semen Indonesia telah memiliki pabrik pengemasan di Biringkassi Pangkep, Makassar, Bitung, Palu, Ambon, Kendari, dan Sorong.

Pada 2015, total packing plant yang akan beroperasi mencapai 28 pabrik. Hal ini sebagai upaya mengokohkan posisi pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif.

Dwi menjelaskan pembangunan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan. “Diharapkan kontribusi produk domestik regional bruto kawasan timur ke depannya meningkat dari tahun lalu yang baru mencapai 18,2 persen, lebih rendah dibanding wilayah Indonesia Barat,” ujarnya.(nie/sob) Tribunnews.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »