PKB di minta Perjuangkan Setarakan Pendidikan

SURABAYA-wartaonline.com (1/9/2014)

Gubernur Jawa Timur (Jatim) H Soekarwo minta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperjuangkan kesamaan pendidikan, yaitu antara pendidikan diniyah dan pendidikan umum.

Permintaan itu disampaikan H Soekarwo ketika menjamu makan siang peserta muktamar PKB di gedung Negara Grahadi, Senin(1/9/2014). Hadir jamuan makan itu diantaranya Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (PKB) Muhaimin Iskandar, dan jajaran pengurus DPP dan PKB se Indonesia.

Menurut Soekarwo penjuangan secara politis dilakukan. Ini karena alumin pesantren oleh UNESCO tidak diakui, dan dinyakatan sebagai buta huruf. Karena mereka tidak bisa membaca huruf latin.

Padah Jatim adalah pusat pesantren salaf. Ada sekitar satu juta penduduk Jatim yang menempuh pendidikan di pesantren, dan pesantren itu adalah pendukung setia PKB. Mereka tidak bisa melanjutkan pendidikaan yang lebih tinggi di Indonesia.
Namun mereka bisa melanjutkan pendidikan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Misalnya ke Tunisia, Maroko, Mesir, Yaaman dan Siria.
Pemprov Jatim jelas Soekarwo telah menyekolahkan ke jenjang pendidikan S-I sekitar 10 ribu guru diniyah. Ini sebagai Pemprov Jatim untuk meningkatkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ketua DPP PKB Muhaimim Iskandar yang baru saja terpilih lagi sebagai ketua umum DPP PKB mengatakan, dikhotomi pendidikan memang seharusnya tidak ada. Pesantren atau MI tidak lagi dianak tirikan. PKB jelas akan memperjuangkan permintaan itu. Ini karena pesantren adalah basis masa PKB.
Muhaimin Iskandar juga berterima kasih pada gubernur dan wakil gubernur Jatim yang telah menjamu makan siang peserta muktamar di PKB.
Ada sekitar 5.000 orang peserta muktamar, dan mereka itu dari seluruh Indonesia. “Saya mohon maaf pada warga Surabaya karena kegiatan muktamar telah memacetkan jalan-jalan protocol Surabaya,” kata Muhaimin.(din/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »