Perusahaan Asing Bakal Bangun Pabrik di Jatim

Surabaya (wartaonline.co.id) 3/9

Beberapa perusahaan asal Selandia Baru berencana membangun pabrik di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan guna ikut menikmati perdagangan bebas tingkat ASEAN yang rencananya akan mulai diberlakukan pada 2015 mendatang.

“Tadi memang dibicarakan ada beberapa perusahaan yang akan bangun di Jawa Timur,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur usai menemui David Taylor Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa (2/9/2014).

Dalam kunjungannya kali ini, Dubes Selandia Baru setidaknya juga didampingi Jose Tavares, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru serta Hari Soenogo, Konsul Kehormatan Selandia Baru untuk Jawa Timur. Selain itu, beberapa pengusaha asal Selandia Baru juga turut hadir.

Menurut Soekarwo, dalam pertemuan itu dibahas upaya beberapa perusahaan Selandia Baru yang akan membangun perusahaan-perusahaan transit di Jawa Timur.

Perusahaan transit ini semacam perusahaan reekspor yang akan memproduk barang Selandia Baru di Jawa Timur yang nantinya akan diekspor ke beberapa negara di ASEAN.

Dengan membangun pabrik di Jawa Timur, diharapkan biaya produksi dan distribusi ke pasar ASEAN akan lebih murah dibandingkan harus mengirim produk dari Selandia Baru.

Dalam kesempatan bertemu dengan perwakilan dagang selandia baru ini, Soekarwo juga memastikan jika akan bangun pabrik di Jawa Timur, maka konten lokal Jawa Timur juga harus dimasukkan. “Misalkan mereka akan bangun pabrik susu, ya bahan susunya haruslah dari petani Jatim,” kata Soekarwo.

Sebelum ke Jawa Timur, Dubes Selandia Baru setidaknya juga sempat ke Jawa Barat dan Banten. Tapi mereka lebih tertarik di Jawa Timur karena provinsi ini dinilai mampu menyuplai kebutuhan bahan dasar mereka.

Selain itu, Pelabuhan Teluk Lamong yang sebentar lagi diresmikan juga menjadi daya tarik bagi mereka guna membangun perusahaan di Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Soekarwo juga mengatakan selain Selandia Baru, saat ini memang ada kecenderungan beberapa perusahaan asing yang berniat membangun pabriknya di Indonesia. “Mereka melihat pasar ASEAN akan enak sehingga ramai-ramai akan bikin pabrik di sini,” kata dia. (fik/dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »