Isu Pemindahan Makam Nabi, Tidak Benar

Jakarta (wartaonline.co.id) 5/9

Berita isu tentang pemindahan makam nabi muhammad SAW oleh pemerintah arab saudi, sempat membuat resah di kalangan masyarakat.

Isu-isu pun dimunculkan silih berganti. Setelah isu IS/ISIS, kemudian yang paling heboh saat ini adalah isu “Makam Nabi Muhammad akan dipindah oleh Saudi” atau yang lebih provokative lagi ada media yang menurunkan berita dengan judul “Arab Saudi Ingin Hancurkan Makam Nabi Muhammad”.

Berita-berita provokative itu lantas menimbulkan keresahan dan berpotensi menimbuklan gesekan antar umat Islam sendiri.

Bahkan isu tersebut telah mendorong organisasi terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama mengambil sikap. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) langsung meminta pemerintah Indonesia ikut bereaksi menolak rencana pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW.

“PBNU akan bersurat ke presiden, meminta agar Indonesia menyurati pemerintah Arab Saudi, mengingatkan untuk tidak membongkar makam Nabi Muhammad,” kata Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siraj.

Apakah benar pemerintah Arab Saudi akan memindahkan makam Nabi Sallallahu’alaihiwassalam atau ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi umat Islam? Berikut ini beberapa fakta terkait beredarnya berita yang menghebohkan itu.

Sumber Berita

Berita rencana pemindahan makam Nabi Muhammad pertama kali dipublikasikan media Inggris The Independent dan Daily Mail.

Menurut dua surat kabar tersebut, makam Nabi Muhammad akan dipindahkan ke pekuburan Baqi’ yang tidak jauh dari makam Nabi sebelumnya. Informasi tersebut didasari dari sebuah dokumen setebal 61 halaman.

‘Diplintir’ Media-Media Indonesia

Di Indonesia, berita itu berubah menjadi bombastis dengan judul dan isi berita yang mengarah pada informasi bahwa pemerintah Arab Saudi akan memindahkan makam Nabi Muhammad.

Okezone menurunkan judul “Arab Saudi Ingin Hancurkan Makam Nabi Muhammad.” Vivanews membuat judul yang lebih halus; “Makam Nabi Muhammad Terancam Dipindahkan.” Padahal, hingga hari ini jama’ah umrah atau haji dengan bebas bisa mengakses Raudhah.

Kompas memberikan tanda tanya pada judul beritanya; “Saudi Berencana Pindahkan Makam Nabi Muhammad?” sedangkan Tempo memuat judul “Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan”

Hanya paper, bukan rencana pemerintah Arab

Benarkah pemerintah Arab Saudi berencana memindahkan makam Nabi? Dokumen setebal 61 halaman yang menjadi sumber The Independent dan Daily Mail ternyata hanya sebuah paper.

“Kabar (mengenai pemindahan makam) tersebut merupakan sebuah tulisan dari seorang peneliti. Itu bukanlah keputusan dari pemerintah Arab Saudi” ujar sumber pemerintah Arab Saudi, Rabu (3/9/2014).

Menurut Alarabiya, Rabu (3/9/2014), tulisan peneliti tersebut dipublikasikan dalam sebuah jurnal ilmiyah terbitan Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pemerintah Arab Saudi pun membantah akan memindahkan jasad Nabi Muhammad ke pekuburan Baqi’. Pemerintah Saudi tidak bisa sembarangan memindahkan makam, apalagi makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seringnya muncul isu-isu yang berusaha memecah belah Islam, kamum muslimin terutama harus waspada dan tidak menelan berita-berita secara mentah-mentah apalagi kalau berita itu bersumber dari media-media non-Islam.(umar/dbs/sob) sumber : kompasislam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »