BUKU Pelajaran SKI minta di Tarik

Ponorogo (wartaonline.co.id) 21/9

Guna metindaklanjuti atas masukan dari masyakarat terkait dengan Buku Pedoman Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII MTs, ada tiga kalimat yang dianggap menyinggung kelempok tertentu, dan saat ini menjadi berdebatan di masyarakat.

Sekjen (Sekretaris Jendral) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Aiun Na’im berpendapat, karena itu yang menerbitkan adalah Kemenag (Kementrian Agama) jadi bukan merupakan domain kita (Kemendikbud)

“Saya memang dengar permasalahan buku Mts tersebut, namun saya tidak bisa berkomentar banyak karena bukan domain kita, nanti malah keliru,”ujarnya pada saat ikut meresmikan Universitas Darusalam Gontor Ponorogo.

Labih lanjut Aiun menambahkan, pada dasarnya buku adalah pedoman bagi siswa ketika belajar disekolah, sudah barang tentu ada kriteria dan klasifikasinya, jadi ketika ada kesalahan atau kerusakan pasti ada perbaikan.

“Jika memang terjadi kesalahan pastinya lah ada revisi dan dievaluasi, jadi kemungkinan buku tersebut akan ditarik untuk direvisi sebelum kembali untuk diedarkan kembali,”imbuhnya.

Seharusnya penerbitan sebuah buku pelajaran harus ada atau dimasukan nilai-nilai plurasisme, karena kita hidup dengan banyak perbedaan, “pada intinya didalam sebuah buku harus ada pembelajaran untuk saling menghormati satu sama lain dan perbedaan.

Sementara itu Hamid Fahmy Zarkasyi pembantu rektor Universitas Darusalam Gontor berpendapat bahwa harus ada penarikan dan revisi terkait buku tersebut,”buku tersebut harus ditarik, kita sudah berkordinasi dengan beberapa ormas, untuk meminta kemenag menarik dan merevisi buku tersebut,”terangnya.

Menurutnya ziarah kubur tersebut dibolehkan, tidak ada ajaran dalam islam yang melarang, asal dilakukan dengan benar, kita hanya sebatas ziarah kubur bukan lantas menyembah atau meminta kepada orang yang sudah meninggal,” kalau yang ditulis dibuku tersebut bagi saya menglirukan persepsi orang terhadap ziarah kubur dan kedua kalimat yang salah tersebut,”jelasnya kepada wartaonline.co.id

Ini menjadi pembelajaran kita bersama dimana dilembaga seperti kemendikbud ataupun kemenag pun harus ada ahli agama, “guna mengantisipasi kesalahan didalam menerbitkan sebuah buku tentang agama maupun pelajaran yang lain, harus didampingi orang ahli dibidangnya,”tandasnya

Ada tiga kalimat yang ada didalam buku SKI untuk Mts yang menjadi perdebatan dan permasalahan, kalimat pertama yakni kalimat, ‘Berhala dilakukan oleh agama selain Islam, yaitu Hindu dan Buddha. Kalimat kedua,”Berhala sekarang adalah kuburan para wali’, kemudian kalimat terakhir ‘Istilah dukun berubah menjadi paranormal atau guru spiritual.(dee/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »