Nabil, Tuna Netra Bisa Nulis puisi Tayang di Face Books

Ponorogo (wartaonline.co.id) 3/7
Bagi banyak orang kekurangan fisik seringkali dianggap sebagai kekurangan. Namun, itu tidak bagi berlaku untuk Nabil Gholi Azumi. Bocah kelahiran 15 tahun yang lalu itu menganggap kebutaannya sejak lahir adalah sebuah anugerah yang dari sang Pencipta. Tidak hanya tetap bersuyukur atas apa yang dia dapatkan, bocah tersebut juga jago dalam bikin puisi.
Kedua tangan Nabil Gholi Azumi tidak pernah diam saat dihadapkan dengan sebuah perangkat komputer portable di depannya. Jemarinya nampak cekatan seperti layaknya orang normal lainnya. Satu paragraf diselesaikannya hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Catatan waktu itu cukup praktisius mengingat kedua matanya yang sudah tidak dapat melihat sejak lahir. ‘’Saya suka menulis sejak kelas III,’’ kata bocah yang kini duduk di kelas VIII SMP LB Aisyiyah Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo Jawa Timur.
Dengan dibantu program suara pada tiap tombol keyboard yang ditekannya dirinya hafal betul letak dan fungsi tombol-tombol tersebut. Bahkan, dirinya tidak kalah dengan anak normal lainnya dalam hal komputer.
Dia juga aktif bersosial media layaknya anak muda zaman sekarang. Dia mengaku memiliki 17 akun facebook yang aktif digunakannya setiap hari. Tidak hanya membuat status, dirinya juga mengungkapkan isi hatinya melalui puisi dalam akun tersebut. ‘’Pengen jadi penulis,’’ ungkap bocah kelahiran Bojonegoro, 14 Desember 1999 itu.
Dari kesenangannya menulis tersebut, dirinya dipercaya mewakili SMP LB tempatnya belajar untuk mengikuti lomba cipta karya puisi Maret lalu. Dalam lomba yang diikuti pelajar penyandang tuna netra se Jawa Timur tersebut bahkan berhasil menyabet juara dua. Dirinya berhasil menarik perhatian dewan juri dengan puisinya yang berjudul ‘Indahnya Negeriku’ itu.
Tidak hanya sekedar membuat puisi, Nabil juga menyisipkan kritikan kepada Pemerintah. Dalam puisinya dirinya mengkritik banyaknya kekayaan negeri Indonesia yang diambil oleh negara lain. ‘’Saya mengetahui itu dari buka-buka internet,’’ katanya sembari menjelaskan ide puisi yang dibuatnya itu. (Din/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »