99 Persen WNI di Dubai Terancam Kehilangan Hak Pilih

Dubai (wartaonine.co.id) 5/7

Sekitar 99 persen warga Negara Indonesia di negara Dubai terancam kesulitan menggunakan hak Pilihnya. Hal ini di sampakan Adiguna Wijaya, Pejabat Penerangan dan Sosial Budaya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai.

Dia mengatakan hampir 99 persen Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau TKI di Dubai tidak dapat memberikan hak pilihnya karena terkendala aturan.

“Bisa dikatakan 99 persen para WNI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di sini kesulitan menggunakan hak pilih dalam pemilu. Kita sudah berupaya keras tetapi masih mengalami kesulitan karena terhambat peraturan setempat. Pemerintah di sini melarang siapapun kecuali majikan atau sponsor melakukan kontak dengan penata laksana rumah tangga. Ancamannya pidana dan deportase,” jelasnya saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Jumat malam (4/7/2014).

Sejauh ini, Adi mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada ribuan WNI yang berada di Dubai, baik itu di sektor formal maupun informal. Mereka juga melakukan sosialisasi pada para majikan, karena sebagian besar profesi WNI disana ialah pembantu rumah tangga. Namun, bisa tidaknya WNI memilih itu tergantung dari majikannya. “Hanya segelintir majikan yang kooperatif dan memperbolehkan WNI menyalurkan hak pilih,” kata dia.

Meski demikian, jika membandingkan jumlah pemilih pemilu sebelumnya dengan pemilu pileg beberapa bulan lalu, ada peningkatan cukup besar. Dimana dulu yang datang hanya sekitar 300-400 pemilih saja, tahun ini bisa mencapai lebih dari 1.000 pemilih.

“Memang ada peningkatan pemilu tahun ini. Jika melihat hasil pemilu legislatif kemarin, dari sekitar 7.000 WNI yang terdaftar, ada 1.078 orang yang menggunakan hak pilihnya,” ujarnya. Sedangkan untuk pemilu presiden kali ini, pihaknya menargetkan lebih dari 1.500 WNI bisa menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, untuk logistik sudah dipastikan lengkap dan lancar begitu juga panitianya yang sangat mendukung pelaksanaan. Perbedaan kondisi cuaca yang panas, membuat TPS di sana hanya menggunakan tenda dengan nuansa merah putih. “Ada tiga TPS, tiap TPS ada 3 bilik suara, dan didata secara digital. Jadi ketika datang pemilih didata dari data input via SMS atau website. Biasanya tidak sampai 15 menit sudah selesai,” paparnya.

Untuk waktu pencoblosan dilakukan dari Jumat sore hingga pukul 23.00 waktu setempat. Para WNI mayoritas memakai transportasi publik menuju TPS, sedangkan di bulan puasa, transportasi publik baru mulai beroperasi pukul tiga sore.

Untuk wilayah luar negeri, Pemilu Presiden diadakan tanggal 4,5 atau 6 Juli 2014. Untuk negara timur tengah, khususnya Dubai memutuskan Pilpres dilakukan pada 4 Juli 2014 karena bertepatan dengan hari libur. Meski kondisi cuaca tidak mendukung dan kondisi kurang nyaman, WNI di sana sangat antusias menggunakan hak pilihnya. (ain/ipg/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »