Taman Bungkul Surabaya Jadi Ajang Transaksi Sex

Wartaonline.co.id – Surabaya (14/6)

Taman Bungkul Surabaya yang pernah di rusak pada pembagian es cream kini taman Bungkul berubah fungsi, yang  semula jadi tempat yang nyaman bagi warganya untuk menikmati keindahan taman. Namun, kini berubah menjadi ajang transaksi anak muda-mudi untuk memadu kasih .

Ketika wartajatim.com pernah bertandang ke taman bungkul ini jika ma;am hari semakin rame di kunjungi anak muda mudi, kurangnya kontrol dari pihak pemerintah sehingga  Taman kebanggaan Arek Suraboyo itu sekarang mulai bergeser fungsinya. Taman Bungkul sekarang juga jadi ajang transaksi bisnis esek-esek atau protitusi terselubung.

Berdasarkan pantauan media ini, sekilas memang tidak nampak bisnis esek-esek, namun jika ditelisik maka para lelaki hidung belang akan mudah mencari wanita pemuas nafsu.

Sisca (nama samaran), mengaku lebih bebas mencari relasi (sebutan pria hidung belang), sebab selain bisa santai sambil ngobrol relasi sering memberi tip. “Enak disini (taman bungkul) meski cuma ngobrol kadang tipnya lumayan,” seloroh wanita yang purel di sebuah hiburan malam di Surabaya Utara.

Kalau mau chek in, kalau disini (tamam bungkul) ungkapnya, sangat mudah karena tidak ada yang jadi perantara. “Kalau di cafe kita masih kena potong fee oleh mami. Kalau disini khan nggak ada potongan fee,” ujarnya kepada wartawan

Cicik juga nama samaran, memang spesialis bekerja mandiri tanpa ikut siapapun. Dia suka nongkrong di taman bungkul dengan teman seprofesinya. “Sambil nongkrong dan cari rejeki. Siapa tahu dapat,” ujar Cicik yang kos di Dukuh Kupang.

Menurut Cicik, dulu dirinya sulit mencari relasi. Namun, setelah beberapa bulan nongkrong di taman bungkul lambat laun relasinya bertambah. “Saya yakin rejekiku tidak kalah dengan rejekinya wanita pekerja malam di club-club,” tuturnya. (Res/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »