SEMEN INDONESIA RAMAH LINGKUNGAN, DI REMBANG TARGETKAN 3 juta TON/ Tahun

 

SURABAYA-warta online (16/6/2014)

 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) hari ini, Senin (16/6/2014) memulai pembangunan pabrik baru di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), kapasitas 3 juta ton pertahun dengan konsep ramah lingkungan.

Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia Ir. Dwi Soetjipto mengatakan pembangunan pabrik semen di Rembang ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Investasinya sekitar Rp 3,717 triliun. Jika dihitung biaya produksi semen per ton adalah USD 134,20.. Angka itu berada dalam kisaran nilai investasi per ton untuk transaksi sejenis, yaitu antara USD 116,17 sampai USD 264,71 per ton.

“Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pabrik perseroan cukup efisien,” kata Ir. Dwi Soetjipto Senin (16/6/2014).

Dijelaskan tingkat Internal Rate of Return (IRR) Pabrik Rembang sebesar IRR 20,55 persen, jauh lebih besar dibanding discount rate atau WACC yang diprediksi sebesar 13,06 persen. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi perseroan di Rembang mempunyai prospek bisnis yang sangat baik.

Pabrik baru tersebut akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja, dan pembayaran pajak serta retribusi daerah. Selama masa pengerjaan proyek, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 3.817 orang. Adapun paska-proyek, tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.177 orang.

Pabrik yang di Rembang ini, kata Dwi Soetjipto akan banyak mengajak pelaku usaha lokal, baik ketika pembangunan berlangsung maupun saat pabrik sudah beroperasi. Dampak ekonomi akan semakin luas karena pembangunan dan operasional pabrik akan memancing timbulnya sektor ekonomi baru, seperti jasa transportasi, properti, kuliner, perhotelan, dan sebagainya,” kata Dwi Soetjipto.

“Pabrik baru di Rembang ini merupakan langkah kami memperkuat ekspansi agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, BUMN tetap market leader di industri semen nasional. Lebih membanggakan lagi, pabrik di Rembang ini adalah pabrik ramah lingkungan yang dikerjakan secara swakelola oleh putra-putri terbaik bangsa,” ujar Dwi Soetjipto.

Pabrik yang berada di lahan seluas 55 hektar ini didesain sebagai pabrik ramah lingkungan. Konsumsi energy, dan air yang minim serta memperbanyak ruang hijau. Sebanyak 30 persen wilayah pabrik digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Konsep green industri di Rembang kami wujudkan dengan meningkatkan konsumsi energi alternatif dari limbah pertanian. Menekan konsumsi air dan listrik. Kontrol emisi yang ketat, dan tetap melestarikan keanekaragaman hayati.

“Kami ingin mewujudkan environmental excellence dalam pengelolaan pabrik ini,” tutur Dwi Soetjipto.

Dwi Soetjipto mengatakan, pengelolaan pabrik perseroan di beberapa daerah lain adalah bukti nyata bahwa setiap investasi. Semen Indonesia adalah investasi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pabrik Semen Indonesia di Tuban, misalnya, telah mendapatkan Proper Emas, penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menunjukkan bahwa perseroan telah melakukan langkah-langkah nyata dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Dia mencontohkan, dalam upaya pencegahan pencemaran, perseroan melengkapi diri peralatan modern pencegah pencemaran berupa mesin penghisap debu seperti electrostatic precipitator, cyclone, conditioning tower, dan bag house filter. Hasil pengukuran secara berkala menunjukkan emisi yang dikeluarkan pabrik-pabrik perseroan selalu di bawah baku mutu yang ditetapkan.

“Di setiap pabrik, kami selalu membentuk Green Belt dan Green Barrier yang berfungsi menjaga udara dan menjadi filter alami pencipta oksigen yang melengkapi peralatan penangkap debu modern,” Jelas Dwi Soetjipto.(din).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »