Sebanyak 218 PSK Dolly dan Jarak Menghidap HIV- AIDS

SURABAYA-warta online.co.id (19/6/2014)

Lokalisasi Dolly dan Jarak segera diisolir. Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terkena virus HIV dan penyakit AIDS segera dilokalisir. Ini dilakukan untuk mencegah penuluran pada mereka yang masih sehat.

Gubernur Jatim Dr. H Soekarwo mengatakan dirinya telah memerintahkan pada Puskesmas se Jatim untuk mengawal PSK kampong. Khusus untuk yang terkena HIV-AIDS akan mendapat pengawalan khusus.

“Jika PSK yang menderita HIV-AIDS ini tidak mendapat pengawalan untuk mencegah penyebaran HIV-AIDS,” kata Soekarwo di kantornya.

Menurut Soekarwo, langkah ini dianggap sebagai langkah kemanusiaan, supaya penyebaran virus ini tidak berjalan terlalu cepat. Kondisi ini mengaca pada peningkatan wanita pengidap HIV/AIDS di lokalisasi Dolly dan Jarak.

Dijelaskan, saat ini HIV-AIDS di lokalisasi Dolly dan Jarak mencapai 218 orang. Sebelumnya hanya 91 orang. Padahal dikawasan itu ada sekitar 1.500 prang PSK. Perkembangan sangat cepat.  Penyebaran virus mematikam itu harus dicegah, jangan sampai menyebar lagi dengan cepat.

Menurut Pak De Karwo, para PSK yang pulang kampong juga akan didampingi, dan dikawal dari segala bidang. Mulai masalah ekonomi hingga kesehatannya. Pemerintah akan tetap membantu PSK yang gagal mengembangkan usaha barunya di daerah.

Untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak, Pemrov Jatim menyediakan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Uang sebesar itu  untuk 311 orang mucikari Dolly dan Jarak.

Masing-masing memperoleh Rp 5 juta. Jumlah ini hampir sama dengan yang diterima PSK, sebesar Rp 5,05 juta, yang anggarannya dari Kementerian Sosial RI.(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »