PSK Dolly Sudah Terima Uang Pesangon dari Pemkot

SURABAYA-warta online.co.id (19/6/2014)

Meski sudah resmi ditutup. Front Pekerja Lokasi (FPL) Dolly dan Jarak, masih ngotot buka dan terus melakukan perlawanan. Caranya dengan kembali menutup Jalan Girilaya dan Putat. Akibatnya kemacetan tidak bisa dihindari. Hanya waga setempat  dan yang mau ke lokalisasi yang boleh lewat.

Padahal sejak pagi jalan itu telah dibuka lagi. Namun sejak sekitar 15.00 tadi jalan Girilayah dan putat yang merupakan jalan utama yang menghubungkan kawasan Surabaya pusat dengan Jalan Dukuh Kupang, ditutup lagi oleh FPL. Padahal saat ini merupakan jam pulang kantor.

Para anggota FPL berjaga di jalan itu, dan menghadang setiap kendaraan yang akan lewat. Mereka yang akan ke kawasan Jalan Dukuh Kupang dan Surabata Barat terpaksa lewat jalan Banyu Urip dan menempuh rute yang lebih jauh.

Sementara sekitar 50 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) sudah mendatangi kantor  Koramil Sawahan dan mengambil pesangon yang diberikan Pemkot Surabaya. Setiap PSK mendapat Rp 5,050 juta.

Mereka rata-rata lahir tahun 1990 an keatas dan bukan penduduk Surabaya. Ada yang berasal dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan daerah lain di Jawa Timur (Jatim).

PSK itu datang dengan memakai penutup kepala. Ada juga yang memakai masker untuk menutupi wajahnya. Mereka datang dengan diantara germo atau mucikari yang menjadi induk semangnya.

Salah seorang germo yang ditemui mengatakan, wisma miliknya telah dijual dengan harga Rp 9 miliar. Bangunan enam lantai itu sebentar lagi akan ditinggalkan. Oleh pemiliknya akan dialih fungsikan.

Usaha apa yang akan dilakukan? Mucikari itu mengatakan dirinya akan membuka usaha kecantikan, spa, dan panti pijat. Lokasinya disekitar Jalan Kedungdoro. Sekarang ini pembangunan masih dikerjakan.(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »