Petani Tebu Tak Mau Lepas Harga Gula Rp. 8500 /kg

SURABAYA-warta online.co.id (7/6/2014).

Harga gula ditingkat lelang masih terlalu rendah, yaitu Rp 8.500 per kilogram. Padahal biaya produksi berdasarkan hasil survai yang dilakuka Dewan Gula Indonesia (DGI) Rp 8.791 per kilogram. Akibat petani dan Pabrik Gula (PG) tidak melepas gula miliknya.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) H Arum Sabil mengatakan,  murahnya harga gula itu mengakibatkan petani mengalami kerugian. Selain itu karena gula impor masih terlalu murah.

Untuk menghindari kerugian dan melindungi petani tebu, APTRI minta pemerintah menerapkan ketentuan yang berlaku, yaitu mengenakan Bea Masuk (BM) sebesar Rp 550 perkilogram terhadap impor gula rafinasi dan raw sugar atau gula mentah. Serta untuk sementara menghentikan gula impor.

Lelang gula yang diadakan tanggal 5 Juni lalu, peserta lelang menawar harga termahal Rp 8.500. Karena dinilai terlalu murah, petani dan PG tidak melepas gula miliknya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Dr. Ir. Budi Setiawan MT mengatakan, saat ini ada sekitar 400 ribu ton gula produksi PG yang ada di Jatim masih tersimpan di gudang. Gula itu masih belum terjual karena banyaknya gula impor masuk Indonesia.

Bahkan kata Budi Setiawan Pemprov Gurontalo telah mengirimkan surat pada pemerintah pusat. Isinya minta agar gula rafinasi di jual bebas di Gorontalo. Permintaan itu tidak dikabulkan, karena masih banyak gula local yang belum terjual.

Jatim, jelas Budi Setuiawan telah minta pada pemerintah pusat agar menghentikan  impor gula, serta mendata ulang kebutuhan gula rafinasi untuk keperluan industri makanan dan minuman (Mamin). Ini karena banyak gula rafinasi yang seharusnya untuk industri Mamin ternyata dijual bebas. Gula itu ada di pasar-pasar di Jatim, dan di luar Jatim.

Sementara itu data dari DGI, masih ada sekitar 800 ribu ton gula produksi tahun 2013 yang belum terserap pasar. Gula masih menumpuk di gudang, padahal pemerintah telah memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) impor gula sebanyak 350 ribu ton.(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »