Penutupan Dolly dan Jarak Keputusan Final

SURABAYA-warta online.go.id (28/6/2014)

Meskipun banyak Pekerja Seks Komersial (PSK)dan mucikari atau germo di Gang Dolly dan Jarak mengembalikan uang kompensasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tidak akan mencabut keputusannya. Gang Dolly dan Jarak tetap akan ditutup selamanya.

“Itu sudah keputusan final, harus ditutup permanen, tidak akan dibuka kembali. Sebab, tidak mungkin kita akan menarik keputusan tersebut,” kata Gubernur Jatim Dr. H Soekarwo ketika di kantornya kemarin.

Gubernur tidak mempersoalkan banyak PSK dan mucikari yang kini mengembalikan yang kompensasi. Gubernur malah mempersilakan dikembalikan kalau tidak berkenan. Namun langkah para PSK dan mucikari tersebut tidak lantas menyurutkan niat Pemprov Jatim menutup secara permanen kawasan pelacuran Gang Dolly dan Jarak.

  “Mau diambil silakan, dikembalikan ya silakan. Tetap kita tetap akan tutup secara permanen. Jangan berharap bahwa akan dibuka kembali hanya gara gara mereka mengembalikan uang kompensasi,” ujar Soekaro dengan tegas.

Pemberian kompensasi merupakan itikad baik dari Pemerintah, namun bila itikad baik tersebut ditanggapi tidak baik, dan kemudian dikembalikan maka bukan lagi menjadi tanggungjawab pemerintah melainkan individu.

Dijelaskan, pada bukan Ramadhan ini banyak lokalisasi yang memang ditutup, termasuk gang Dolly dan Jarak. Tapi, tidak akan jeda di Ramadhan saja, melainkan akan selamanya.

  “Mereka mungkin berfikir bahwa dengan penutupan Ramadhan maka akan selesai, dan nanti dibuka lagi, tidak seperti itu setelah Ramadhan tetap harus tutup, dan ini  berlaku tidak hanya kawasan gang Dolly tapi juga di sejumlah daerah di Jawa Timur,” ungkap Soekarwo.

Karena itu,  jelas Soekarwo sebelum mereka pulang diberikan pesangon, serta dasar dasar agama termasuk pelatihan sehingga mereka bisa bekerja dibidang lain secara profesional.

 Meski Soekarwo mengakui bahwa masih banyak masalah. Tapi, jangan karena ada masalah lantas mundur dari masalah itu. Solusinya mereka kita berikan pelatihan termasuk pesangon. Inilah itikad baik pemerintah mengentas mereka.

Jatim saat ini masih ada 25 lokalisasi yang masih buka, terbanyak kawasan Timur Jatim. Semua lokalisasi itu akan ditutup. PSK dan mucikari sudah diberitahu hal itu. Namun ketika PSK dan germo ditawari untuk ikut pelatihan, banyak yang tidak mau.

Lebih dari 100 PSK Dolly dan Jarak serta puluhan mucikari mengembalikan pesangon yang diberikan pemerintah. Mereka mengembalikan karena tetap ingin bekerja sebagai PSK dan mucikari. Pekerjaan itu dinilai memberikan hasil yang cukup besar.

Salah seorang mucikari Dolly dan Jarak yang ditemui saat demo mengatakan, penghasilan mereka tiap bulan sebagai PSK sekitar Rp 8 juta sampai 10 juta. Jika dihitung harian mereka bisa memperoleh penghasilan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »