OJK Temukan Kasus Pelanggaran Perbankan

SURABAYA-warta online (5/6/2014)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 16 bank yang diduga melakukan pelanggaran perbankan, yaitu Tindak Pidana Bank (Tipibank). Sebagian besar adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Deputi Komisional Pengawasan Perbankan II OJK, Endang Konsulandari Tri Sulari mengatakan, pelanggaran yang dilakukan itu sebagian besar adalah pelanggaran kredit, dan penyalahgunaan dana nasabah. Total nilai dana diduga disalahgunakan sekitar Rp 500 miliar.

Misalnya ada bank yang yang ditemukan memberikan kredit fiktif, dan mencairkan dana nasabah. Ada juga bank yang melakukan dressing atau pencucian dana.

“Kerugian tidak besar, namun itu bisa merusak citra perbankan,” kata Endang ketika ditemui di hotel JW Marriot Kamis.

Sejumlah 16 kasus perbankan itu menurut Endang kini statusnya sudah ditingkatkan dari penyidikan menjadi penyelidikan. Kemudian setelah bukti-bukti cukup kasusnya akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Menurut Endang, kasus perbankan itu tersebar di seluruh Indonesia. Ada yang di Jatim dan Jatim ada diperingkat empat.

Ketika ditanya mengapa BPR? Endang mengatakan karena pengawasan BPR masih lemah. Pelakunya juga yang pemilik BPR sendiri. Namun ada juga yang karyawan. (din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »