Mucikari Dolly kirim Surat ke SBY

SURABAYA-warta online (6/6/2014)

Mendekati penutupan lokalisasi terbesar di Indonesia, yaitu Dollty, elemen masyarakat yang menolak penutupan lokalisasi itu makin berani. Para Pekerja Seks Komersaial (PSK) berani unjuk diri. Begitu juga Mucikari yang selama ini tidak berani tampak atau demo sendiri.

Elemen masyarakat yang diberia nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB), Front Pekerja Lokalisasi (PPL) dan Komunitas Pemuda Independen (Kopi), serta mucikari dan germo Kamis (5/6/2014) melakuka  aksi di Jalan Jarak dan sekitarnya. Mereka melakukan aksi dengan memasang spanduk dan menulis surat pada presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan menghujat gubernur dan wakil gubernua Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dan Saifullah Yusuf, serta Wali Kota Surabaya Tri Rsimaharini.

Diantara bunyi spanduk itu adalah ‘Gus Dur yes, Gus Ipul no’ ada juga yang berbunyai ‘Kami butuh hidup layak jangan gusur kami,’. Sedangkan isi surat yang ditulis para PSK itu diantaranya berbunyi :
“Saya kerja sungguh-sungguh buat keluarga dan anak-anak, buat sekolah masa depan, siapa yang mau bekerja jadi balon (PSK). Karena tuntutan ekonomi, kebutuhan hidup, maka tolong keluh kesa orang kecil ini ya…. Pemerintah buka mata hatimu kepada rakyat”.

Dalam surat yang ditulis sebagai bentuk protes itu, tidak semua menuliskan namanya dan wisma tempatnya bekerja. Para PSK masih ‘malu’  menuliskan namanya dengan jelas. Walaupun mereka mengakui pekerjaannya sebagai PSK.

Meski ada protes dari PSK dan elemen pendukungnya, Pemkot Surabata tetap akan menutup lokalisasi Dolly pada tanggal 18 Juni mendatang. Sudah disiapkan dana Rp 8 miliar untuk ung pesangon atau uang modal usaha pada PSK dan mucikari.

Sementara coordinator demo yang mengaku bernama Pokemon mengatakan, surat yang ditulis para PSK ini akan dikirim ke presiden SBY dan Komnas Hak Asasi Manusia (HAM).(din/sob).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »