Walikota Surabaya di Gugat soal KBS

Surabaya (wartaonline.co.id) 29/5

Gonjang -ganjing perebutan soal pengelolaan kebun binatang surabaya, kini terus berlanjut hingga di ranah hukum . Setelah melaporkan secara pidana Tri Rismaharini Walikota Surabaya dan Singky Soewadji pengamat satwa ke Polda Jatim, keduanya juga akan dilaporkan secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Razman Arif Nasution, satu diantara tim kuasa hukum Rahmat Shah mengatakan, jika laporan di Polda Jatim hanya Rahmat Shah, Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) yang melapor, dalam gugatan yang akan dilayangkan ke PN ada dua penggugat, yaitu Rahmat Shah dan Tony Sumampauw, Sekjen PKBSI.

“Rencananya besok, Jumat (30/5/2014) kami akan datang ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk melayangkan gugatan perdata. Tergugatnya sama, Tri Rismaharini dan Singky,” kata Razman Arif Nasution kepada wartawan di Polda Jatim, Kamis (29/5/2014).

Dia menambahkan, dua kliennya telah dirugikan secara materiil dan immateriil. Materi gugatan yang disampaikan ke PN tidak jauh beda dengan laporan pidana yang disampaikan ke Polda jatim.

“Kerugiannya mencapai Rp 500 milyar,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pernyataan Risma dan Singky yang muncul di media cetak maupun elektronik seputar permasalahan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menghebohkan, menurutnya terlalu berlebihan. Tidak ada pelanggaran hukum dalam pertukaran satwa, pengelolaan kebun binatang dan lainnya.

“Kami melihat justru ada unsur politik dalam persoalan ini. Sepertinya, ada upaya untuk merusak PKBSI demi kepentingan tertentu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang tim kuasa hukum Rahmat Shah, yaitu Poltak Hutajulu, Fadjar Marpaung, dan Razman Arif Nasution datang ke Polda Jatim, Kamis (29/5/2014) melaporkan Tri Rismaharini dan Singky Soewadji atas tuduhan pencemaran nama baik. (wak/rst)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »