Tembakau Bojonegoro Mulai Hilang Gaungnya

Bojonegoro-jatim (wartaonline.co.id) 15/5

Kabupaten Bojonegoro -jawa timur, yang jaman dulu di kenal sebagai penghasil tembakau, kini semakin lama semakin kehilangan kejayaannya, ini bisa dilihat dari luas area tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro yang terus mengalami penurunan.

Sebab, petani lebih memilih menanam padi, kedelai dan jagung dari pada menanam tembakau. Selain itu, munculnya lahan tanam tembakau di Lombok NTT juga menjadi salah satu penyebab mulai menurunnya produktivitas tembakau di Bojonegoro.

Data yang diperoleh wartajatim.com (wartagroup) diketahui, bahwa luas lahan tembakau di Bojonegoro tahun 2011 mencapai 13.467 Ha yang terdiri dari 11.725 Ha lahan area tembakau jenis Virginia dan 1.742 Ha lahan tembakau Jawa dengan tingkat produksi mencapai 14.509 ton untuk tembakau Virginia dan 2.402 ton untuk tembakau Jawa.

Jumlah luas area tanam tersebut menurun tahun 2012 yang hanya 12.333 Ha yang terdiri dari 9.441 Ha tembakau Virginia dan 2.892 Ha tembakau Jawa. Saat itu jumlah produksi tembakau Virginia sebanyak 7.977 ton dan tembakau Jawa sebanyak 3.239 ton.

Penurunan luas lahan terus terjadi hingga tahun 2013 saat luas area tanam tembakau hanya 6.642 Ha dengan 5.954,5 Ha untuk lahan tembakau Virginia dan 687,5 Ha untuk lahan tembakau Jawa.

“Penurunan terjadi karena kondisi iklim yang kurang menguntungkan,” kata Kepala Dinas Perhutanan dan Pekebunan (Dishutbun), Ardiyono Purwanto.

Ditambahkan, untuk jenis tembakau Virginia sejak dulu hingga kini masih menjadi andalan. Sebab, jika dilihat dari segi kualitas, tembakau Virginia atau sering disebut dengan tembakau Bojonegoro 1 ini memiliki spesifikasi sendiri. Kabupaten lain tidak bisa menghasilkan kualitas tembakau virginia seperti yang ada di Bojonegoro.

Sementara, petani tembakau dari sumberrejo, M Rodhi, mengatakan bahwa banyak kalangan khawatir dengan kandungan kadar klor yang dihasilkan oleh tembakau Bojonegoro karena cukup tinggi dan melebihi batas maksimum. Yakni yang seharusnya hanya mengandung klor sebanyak 1% namun tembakau Bojonegoro bisa mengandung klor sebanyak 3-4%.

“Meski curah hujan tinggi, untuk kadar klor tembakau Bojonegoro masih diatas 1% “. Terang pria yang juga pengurus APTI sumberrejo.

Untuk itu, Pemkab menyarankan kepada petani agar mengurangi pupuk yang mengandung klor agar kualitas tembakau yang dihasilkan sesuai harapan.

Selama ini, beberapa kecamatan yang terdapat lahan tembakau di antaranya adalah Baureno, Bubulan, Dander, Gondang, Kasiman, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sukosewu, Sumberejo dan Temayang.(udi/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »