Teluk lamong PT. Pelindo III Gunakan alat Canggih

SURABAYA (wartaonline.co.id) 13/5
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III akan memperoleh keuntungan besar saat Terminal Teluk Lamong dioperasionalkan. Diprediksi, keuntungan yang didapat Pelindo bisa mencapai 50 persen . Ini terlihat karena dalam pengoperasionalannya, semua peralatan di Teluk Lamong akan memakai semi otomatis.
Artinya, semua penggerak alat-alat yang ada baik ringan atau besar akan memakai listrik dengan diperasionalkan pegawai yang telah ditentukan waktunya. Untuk mengoperasinalkan mesin, dua alat akan dijalankan tiga orang dalam satu shif, kemudian bergantian dengan petugas lainnya.
“Karena ini semi otomatis, perawatan akan lebih mudah dan Pelindo akan memperoleh keefisienan sebesar 50 persen ” terang  Dirut PT. Terminal Teluk Lamong Prasetyadi disela acara peninjauan pemasangan peralatan unit Ship to Shore Crane (STS) di Teluk Lamong, Senin (12/5) kemarin
Prasetyadi  mengatakan, saat ini pihak terus fokus untuk memasang semua peralatan kebutuhan peralatan di Terminal Teluk Lamong. Alat yang dimaksud 2 unit Ship to Shore Crane (STS), 5 unit Automated Stacking Crane (ASC), dan 1 unit Automotive Terminal Tractor (ATT). Ketiga alat itu diperkirakan akan mulai berdatangan pada akhir April hingga awal Mei mendatang. Kehadiran alat itu kata Prasetyadi, akan memangkas daya kerja dan memaksimalkan bisa menyelesaikan 60 ton dengan alat baru itu. Sementara alat lama hanya bisa memaksimalkan 40 ton saja
Alat-alat tersebut dikirim dari berbagai negara. Ada dari China, Spanyol, Finlandia, Prancis, dan Rumania,” katanya kepada wartaonline.co.id
Untuk Ship to Shore Crane (STS), alat itu dikirim dari Nantong, Provinsi Jiangsu, China yang akan diberangkatkan pada 20 April 2014 dan akan tiba di Surabaya dua minggu kemudian. Demikian halnya dengan Automated Stacking Crane (ASC) yang akan dikirim pada tanggal 15 April 2014 melalui Dalian, Provinsi Liaoning, China. Sedangkan Automotive Terminal Tractor (ATT) kini tengah dalam perjalanan menggunakan kapal dari Prancis menuju Surabaya.
“STS dan ASC memang dirakit atau difabrikasi di negeri China. Di negara itulah kerangka untuk kedua alat dibuat, namun mesin dan instalasi lainnya tetap didatangkan dari Eropa,” jelasnya.kepada wartaonline.co.id
Sedangkan beberapa perlengkapan instalasi seperti kabel, serat optik, dan alat-alat pendukung lainnya kini telah tiba di Surabaya dan terus di proses clearence oleh Bea dan Cukai. Beberapa instalasi itu nantinya akan digunakan untuk mendukung sistem otomatis yang akan digunakan pada Auomated Stacking Crane (ASC).
Agung Kresno Sarwono Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong menyatakan, untuk Terminal Teluk Lamong sengaja membatasi shipping line (perusahaan pelayaran) yang beroperasi di terminal ini. Hal ini diharapkan untuk menekan tingginya arus barang petikemas pada full operation pada semester kedua tahun 2014 ini. Pembatasan ini untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kapal dan rute dari shipping line. Sebab tahun ini banyak shipping line yang ingin melihat pelayanan Terminal Teluk Lamong.
“Untuk awalnya kapal yang akan di uji coba adalah Spil. Kapal tersebut berkapasitas 400 teus dari Balikpapan,” pungkasnya (din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »